JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemprov Banten telah menyepakati pengembangan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 (Kembangan-Balaraja).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak MRT dengan para pengembang di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 4 Januari 2026.
BACA JUGA:Jadwal Resmi Cuti Bersama ASN 2026 Diumumkan Prabowo, Total Ada 8 Hari
BACA JUGA:KPK OTT Pejabat Pajak di Banjarmasin, Apa Kasusnya?
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap, MRT Kembangan-Balaraja dapat dimulai pembangunannya paling lama dua tahun ke depan.
Saat ini kata Pramono masih dilakukan pengkajian dan studi mendalam terhadap proyek MRT Lintas Timur-Barat tersebut.
"Saya menaruh harapan, mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya," kata Pramono.
Pramono mengatakan, jika proyek ini terwujud maka akan dapat mengurangi beban kemacetan di Jakarta.
BACA JUGA:Tren Warna Cat Rumah 2026, Pilihan Nuansa Warm dan Earthy Tones Bikin Adem
BACA JUGA:Dapatkan Cuan hingga Rp100.000 dari Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Februari 2026, Bisa Instal di HP!
Pasalnya warga Banten bisa mendapatkan akses transportasi massal yang nyaman dan bebas macet untuk beraktivitas di Ibu Kota.
"Orang yang masuk di Jakarta setiap hari 4,5 juta. Dan mereka butuh transportasi," ujarnya.
Dalam proyek perluasan MRT Kembangan-Balaraja ini, Pramono setidaknya menggandeng 8 pengembang.
Para pengembang tersebut nantinya berperan mengembangkan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sejumlah titik jalur MRT Kembangan-Balaraja.
"Pengembangan TOD-nya enggak perlu dipikirin lagi, pasti akan dilakukan bersama-sama oleh pengembang," pungkasnya.
- 1
- 2
- »





