Seorang siswa terduga pelaku yang meledakkan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), diketahui merupakan korban perundungan atau bullying. Hal tersebut kemudian memicu siswa tersebut untuk melakukan balas dendam.
Juru bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana, mengatakan terduga pelaku kerap di-bully orang temannya. Selain itu, terduga pelaku tersebut juga diduga mengalami masalah keluarga.
Dendam akibat perundungan tersebut membuat anak itu melakukan balas dendam dengan meledakkan molotov di sekolahnya.
"Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya," sambungnya.
Sebelumnya, bom molotov yang meledak 4 kali pada Selasa (3/4) kemarin itu memicu kepanikan siswa serta guru.
Akibat kepanikan tersebut, seorang siswa mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku dari material bangunan—kini kondisinya sudah diperbolehkan pulang.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan bom molotov meledak saat para siswa tengah menjalani jam istirahat makan MBG dan melakukan aktivitas sekolah seperti biasa.
Saat kejadian para siswa panik dan terpaksa dipulangkan lebih awal karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan.



