Asal-usul Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Ditelusuri, KLH Turun Tangan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk menelusuri asal-usul cacahan uang rupiah yang ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kampung Serang RT 02 RW 06, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Penelusuran tersebut mencakup pihak yang membuang sampah, pengangkut, hingga penghasil sampah di lokasi TPS liar tersebut.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan berkoordinasi dengan pemilik lahan dan RT setempat untuk menggali informasi terkait sumber sampah, pihak pengangkut, serta penghasilnya,” ujar Juru Bicara DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan.

Lokasi TPS liar tersebut diketahui berada tidak jauh dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Baca juga: Cacahan Kertas Diduga Uang Rp 50.000 hingga Rp 100.000 Berserakan di TPS Liar Bekasi

Lahan yang digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah merupakan milik seorang warga bernama H Santo.

Dedi juga membantah kabar yang menyebutkan adanya limbah medis di area tersebut.

Menurutnya, meskipun petugas menemukan kantong plastik kuning yang lazim digunakan untuk limbah medis, kantong tersebut dalam kondisi kosong.

“Dalam peninjauan tidak ditemukan limbah medis maupun sludge seperti yang sempat ramai diberitakan. Yang ada hanya cacahan uang berwarna merah serta plastic bag kuning dalam kondisi kosong,” kata Dedi.

Baca juga: DLH Bekasi: Cacahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di TPS Liar Uang Asli

Koordinasi Lintas Daerah dan Kementerian

Secara paralel, DLH Kota Bekasi dan DLH Kabupaten Bekasi juga melakukan koordinasi untuk menelusuri temuan cacahan uang rupiah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 yang berserakan di area TPS liar tersebut.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan masih mendalami temuan tersebut bersama sejumlah pihak terkait.

“Berdasarkan hasil cek lapangan, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bekasi,” ujar Kiswatiningsih saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Terkait keaslian uang yang ditemukan dalam kondisi tercacah, Kiswatiningsih menyebut pihaknya belum dapat memastikan.

“Belum dapat kami pastikan keasliannya, sehingga kami bersurat ke KLH untuk memastikan lebih lanjut,” kata dia.

Baca juga: DLH Cari Tahu Asal Cacahan Uang Rupiah yang Berserakan di TPS Liar Bekasi

TPS Liar Beroperasi Sekitar Satu Tahun

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Penegakan dan Pengawasan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kota Bekasi pada 26 Januari 2026, diketahui bahwa aktivitas pembuangan sampah liar di Kampung Serang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tumpukan sampah di lokasi tersebut bahkan meluas hingga memasuki wilayah Kampung Cisalak RT 02 RW 04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disorot KPK! Dana Perjalanan dan Aset Ridwan Kamil Saat Menjabat Gubernur Jabar Ditelusuri
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Waketum MUI: Prabowo Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan
• 22 jam laludetik.com
thumb
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Piala Dunia 1954: Sandor Kocsis, Top Skor Berkepala Emas
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 4 Februari 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.