Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tiba-tiba bicara mengenai pengelolaan lapangan gas abadi dalam hal ini Blok Masela yang terletak di Maluku. Proyek gas raksasa ini ditargetjkan bisa groundbreaking dalam waktu dekat.
Purbaya menerangkan, bahwa terdapat lapangan gas raksasa yang selama 20 tahun diberikan izin namun belum bisa berjalan. Oleh karena itu, tadinya, Purbaya ingin membawa proyek tersebut ke Pokja Bottleneck untuk diketahui akar permasalahannya.
"Ada satu ladang besar di abadi itu 20 tahun dikerjakan belum jalan juga. Saya tadinya mau bawa ke Pokja Bottlenecking, baru mereka mempercepat supaya tidak di bawa ke Pokja itu. Tapi yang jelas abadi itu akan groundbreaking dalam beberapa waktu dekat," terang Purbaya dalam Rapat Kerjas (Raker) bersama Komisi XII DPR, Rabu (4/2/2026).
Asal tahu saja, proyek gas "raksasa" Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku sudah masuk tahap Front-End Engineering Design (FEED) atau desain rekayasa teknis untuk fasilitas kilang darat gas alam cair atau Onshore LNG (OLNG) sejak November 2025.
Proyek lapangan gas ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 20,94 miliar atau sekitar Rp 342,56 triliun (asumsi kurs Rp 16.359 per US$). Pemerintah pun menargetkan proyek gas "jumbo" ini bisa beroperasi pada 2029 mendatang.
Kilang LNG ini ditargetkan akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat
Di samping itu, awalnya Purbaya menjawab pertanyaan dari Komisi XI DPR perihal turunnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Menurut Purbaya, PNBP migas hampir pasti turun lantaran tidak ada eksplorasi baru.
"Karena nature dari reservoar ketika sampai puncak pasti turun, tidak ada sampai puncak akan naik. Jadi salah satu caranya adalah mengundang investor baru atau asing untuk melakukan eksplorasi di bidang migas, atau mengekploitasi ladang yang besar," tegas Purbaya.
"Kalau itu terjadi maka tadi pelan-pelan dalam waktunya, baru PNBP migas akan naik," tandas Purbaya.
(pgr/pgr)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3035969/original/003788300_1580301093-PSS_Sleman.jpg)


