Ibu Hilang Usai Kloset Amblas: Bahaya Rumah di Bantaran Sungai, Mesti Direlokasi

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Seorang ibu bernama Enok (42 tahun) terjatuh dari kamar mandi yang lantainya amblas, di belakang rumahnya di di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin (2/2). Ia pun hilang terbawa arus sungai.

Lantai kamar mandi itu amblas diduga karena pondasinya tergerus aliran sungai yang deras. Rumah Enok berbatasan langsung dengan sungai.

Kepala Desa Cilame, Alo Sobirin, mengatakan bahwa lokasi rumah korban merupakan area berbahaya karena berada tepat di sempadan sungai.

Alo menyebut upaya pencarian kembali dilakukan oleh tim gabungan dengan memperluas area penyisiran hingga ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut. Namun hingga pencarian terakhir dilakukan, korban belum juga ditemukan.

“Pencarian tadi di wilayah BBS sampai Curug Jompong dari arah bawah sudah disisir oleh tim gabungan, tapi hasilnya masih nihil,” ujar Alo saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, selain menyisir aliran sungai, Tim Gabungan juga telah berupaya melibatkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Tadi kita sudah mengabari pemulung dan juga tukang mancing supaya kalau menemukan korban segera memberikan informasi,” katanya.

Menurut Alo, pencarian akan terus dilanjutkan dengan tetap berkoordinasi bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Damkar, aparat desa, relawan, serta warga setempat. Penyisiran dilakukan secara bertahap menyusuri aliran sungai ke arah hilir.

Terkait kondisi lingkungan di sekitar rumah korban, Alo mengakui bahwa kawasan tersebut memang rawan, terlebih saat debit air sungai meningkat akibat hujan maupun kiriman air dari hulu. Ia menyebut rumah korban berada di area sempadan sungai.

“Memang itu area berbahaya, area aliran sungai dan sempadan sungai,” ujarnya.

Meski demikian, Alo menegaskan bahwa pembahasan mengenai relokasi warga belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menemukan korban terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan terkait penanganan kawasan rawan tersebut.

“Mungkin soal relokasi nanti setelah korban dapat diketemukan. Sekarang kita fokus pencarian dulu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Desa Cilame berencana melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung guna membahas langkah terbaik yang dapat diambil, baik dari sisi keselamatan warga maupun penataan kawasan bantaran sungai ke depan.

“Nanti kita akan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten, untuk mengambil langkah dan jalan yang terbaik,” kata Alo.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejari Surabaya Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Apartemen Puncak CBD Wiyung
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Editorial Surat Kabar Militer Partai Komunis Tiongkok Menuntut Kesetiaan Tentara Pasca-Pembersihan Dua Jenderal, Memicu Pertanyaan soal Stabilitas PLA
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Pejabat Bea Cukai yang Di-OTT KPK: Mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Janji Sikat Spanduk-Baliho Parpol Tak Berizin: Enggak Lihat Partai ABCD
• 19 jam lalukompas.com
thumb
KPK OTT Kantor Pusat Bea Cukai, Ada Pejabat yang Diciduk!
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.