Sabang Bidik jadi Shorebase Migas dan Transit Kapal Pesiar Lintas Benua

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN - Untuk meningkatkan nilai ekonomi kawasannya, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) melakukan penguatan prospek bisnis kawasan itu sebagai shorebase (pangkalan suplai) industri migas lepas pantai dan pelabuhan transit kapal pesiar lintas benua.

Sebagai kawasan strategis yang di perlintasan Selat Malaka, Sabang perlu dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga investor strategis untuk pengembangan bisnis kawasan itu dalam menarik manfaat ekonomi dari jalur distribusi lintas laut internasional.

Direktur Promosi dan Kerjasama BPKS Maya Safira mengatakan kawasan ekonomi Sabang terus berbenah dan mencari peluang untuk mengoptimalkan potensi pengembangan kawasan tersebut sebagai kawasan ekonomi yang mendapatkan manfaat dari jalur lalu lintas distribusi dan logistik global.

"Rencana Mubadala Energy untuk menjadikan Sabang sebagai shorebase-nya di darat, ternyata menjadi trigger bagi sejumlah kontraktor migas lain untuk menjajaki Sabang sebagai pangkalan suplai mereka pula. Ada tiga atau empat perusahaan layanan dukungan industri migas yang menjajaki masuk ke Sabang," ujar Maya, kepada Bisnis saat berkunjungan ke Sabang, baru-baru ini.

Baca Juga : Wilayah Terdampak Bencana: Aceh, Sumut, dan Sumbar Berbalik Deflasi pada Januari 2026

Dia menambahkan keseriusan Mubadala untuk menggunakan kawasan Sabang sebagai dukungan layanan di darat dibuktikan dengan kunjungan perusahaan tersebut serta Dubes Uni Emirat Arab (UEA) ke kawasan Sabang.

Manajemen BPKS didukung oleh Pemerintah Aceh terus mengembangkan kawasan Sabang sebagai salah satu kawasan andalan dalam pengembangan ekonomi Provinsi Aceh.

Selain itu, ungkap Maya, peluang Sabang untuk menjadi pelabuhan transit bagi lalu lintas kapal pesiar lintas benua sangat besar, sehingga manajemen terus berupaya untuk menggarap usaha layanan tersebut.

"Sebelumnya cukup ramai kapal pesiar yang transit di Sabang. Pernah bersandar 12 kapal pesiar dalam setahun. Kapal pesiar dengan penumpang ribuan turis. Tapi dalam dua tahun ini agak sepi. Tahun lalu hanya 4 kapal yang bersandar. Kami berharap minat kapal pesiar dunia makin meningkat sehingga bisa jadi salah satu sumber usaha kawasan ekonomi Sabang."

Menurut Maya, kapal pesiar awalnya bersandar memang hanya untuk mengisi logistik atau pembersihan kapal, tapi kemudian ada juga akhirnya yang memperpanjang waktu transit untuk melakukan wisata di Aceh.

Hal ini, lanjutnya, memberi manfaat ekonomi cukup bagus bagi pariwisata Aceh kalau mampu dimanfaatkan dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan BPKS, lanjutnya, menata obyek wisata di kawasan Sabang, berupa wisata menyelam dan wisata alam yang sudah ada di kawasan tersebut.

Dengan cara tersebut, menurutnya lagi, bisa jadi peluang untuk menarik turis kapal pesiar yang tengah bersandar pelabuhan Sabang untuk turun berwisata di Pulau Sabang.

"Turis ini mungkin bisa ditarik dengan atraksi budaya Aceh. Ke depan, mungkin Pemkot Sabang bisa mengadakan atraksi budaya Aceh seperti tari Saman yang sudah dikenal luas dan banyak diminati jadi tontonan oleh turis," tuturnya.    

Kota Sabang dikenal juga sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang memberikan berbagai fasilitas dan insentif untuk mendorong aktivitas perdagangan dan investasi di wilayah tersebut. 

Sejak tahun 2000, Sabang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) melalui Perppu Nomor 2 Tahun 2000. Putusan ini dikuatkan dengan memperkuatnya menjadi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000. Kawasan ini mencakup beberapa pulau strategis seperti Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako, Pulau Rondo, Pulau Breuh, Pulau Nasi, dan Pulau Teunom.

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, serta mengembangkan industri dan perdagangan di Aceh. Dengan adanya berbagai kemudahan.

Dengan langkah ini, Pemerintah mengharapkan Sabang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Barcelona ke semifinal Piala Raja setelah tundukkan Albacete 2-1
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Berikut Deretan Makanan Wajib Saat Imlek
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Ardy Susanto Dorong Pengawasan Transformatif di BPJS Ketenagakerjaan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
OJK Janji Kebut Transparansi dan Tata Kelola di Pasar Modal
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.