Mengenal Tina dan Milo, Dua Maskot Olimpiade Musim Dingin 2026

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Setiap edisi Olimpiade pastinya akan selalu ada ikon visual yang disebut dengan maskot. Pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, maskot tersebut diwujudkan melalui kehadiran karakter Tina dan Milo, sepasang musang yang menjadi ikon.
 
Tina dan Milo tak hanya menampilkan sosok hewan menggemaskan, namun dua maskot ini juga sarat makna tentang masa depan, inklusivitas, dan ketangguhan.
 
Kedua maskot ini terpilih melalui proses sayembara yang melibatkan ribuan pelajar di berbagai wilayah Italia. Proses tersebut menjadikan Tina dan Milo sebagai representasi aspirasi generasi muda yang dilibatkan langsung dalam perhelatan olahraga dunia tersebut.
  Filosofi karakter Tina dan Milo
Nama Tina dan Milo merepresentasikan dua kota tuan rumah. Tina diambil dari nama Cortina d’Ampezzo, sementara Milo berasal dari Milano. Secara biologis, keduanya merupakan hewan jenis ermellini atau musang yang dikenal lincah dan mampu beradaptasi dengan lingkungan ekstrem Pegunungan Alpen.

Karakter ini merefleksikan semangat atlet yang dituntut tetap tangguh dan sigap menghadapi tantangan musim dingin.
  Baca juga:
5 Cabang Olahraga Paling Tidak Biasa di Olimpiade Musim Dingin
 
Tina, maskot Olimpiade, digambarkan berbulu putih yang melambangkan kemurnian dan kreativitas, dengan moto “Dream Big!”. Sedangkan, Milo menjadi maskot Paralimpiade dengan bulu cokelat sebagai simbol resiliensi. Meski digambarkan lahir tanpa satu kaki, Milo tetap aktif dengan memanfaatkan ekornya sebagai penopang gerak.
 
Komite penyelenggara Milano Cortina 2026 menyebut Tina dan Milo sebagai “Openly Gen Z Mascots”. Penyematan label ini merujuk pada sejumlah karakteristik utama yang melekat pada keduanya. Salah satunya adalah proses penciptaan kolektif, di mana desain awal maskot berasal dari ide siswa Istituto Comprensivo Taverna di Calabria, yang kemudian disempurnakan oleh tenaga profesional.
 
Selain itu, Milo membawa pesan kuat tentang inklusivitas dan disabilitas. Karakter ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang, melainkan peluang untuk menemukan cara baru dalam berjuang. Perbedaan warna bulu Tina dan Milo juga merepresentasikan keberagaman dan adaptabilitas, sejalan dengan sifat alami stoat yang mampu berubah warna mengikuti musim.
 
Dalam perjalanannya, Tina dan Milo turut ditemani enam karakter kecil bernama The Flo. Karakter ini digambarkan sebagai bunga salju (snowdrops) yang melambangkan harapan dan pembaruan. Snowdrops dikenal sebagai bunga pertama yang mekar setelah musim dingin, sekaligus menjadi simbol pentingnya kerja sama dalam menghadapi masa-masa sulit.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OTT KPK di Ditjen Bea Cukai Terkait Kegiatan Importasi Barang
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Minat Global Menguat, Pemerintah Siapkan Proyek PLTN 7 GW di Indonesia
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Komdigi Bicara PSE Tak Terdaftar: 3 Sudah Diblokir, 7 Diawasi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Tangkap 105 Pelaku Tawuran Selama Januari 2026
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.