Kisi-Kisi Kinerja Bank Mandiri (BMRI) 2025 Jelang Rilis Laporan Keuangan

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) atau Bank Mandiri pada 2025 dari sisi laba bersih diperkirakan terkoreksi dibandingkan realisasi 2024. Bank Mandiri akan mengumumkan kinerjanya pada Kamis (4/2/2026) pukul 15.00 WIB. 

Berdasarkan konsensus analis Bloomberg, laba bersih Bank Mandiri pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp51,3 triliun, turun sekitar 8% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan realisasi laba 2024 sebesar Rp55,78 triliun. 

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi Rp1.803,6 triliun, dibandingkan Rp1.670,5 triliun pada 2024, atau tumbuh sekitar 7,97% YoY. 

Sejalan dengan ekspansi kredit, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) pada 2025 diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp107,40 triliun, dari Rp101,76 triliun pada 2024. 

Analis memproyeksikan net interest margin (NIM) Bank Mandiri turun dari 5,15% pada 2024 menjadi sekitar 4,87% pada 2025. Dari sisi pendapatan, net revenue Bank Mandiri pada 2025 diperkirakan mencapai Rp154,50 triliun, relatif meningkat dibandingkan Rp146,60 triliun pada 2024. 

Sementara itu, rasio efisiensi (cost to income ratio/CIR) diproyeksikan naik ke level 45,3% pada 2025, dibandingkan 40,0% pada 2024. 

Baca Juga

  • Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Kopra by Mandiri
  • Bank Mandiri (BMRI) Tidak Lagi Ditopang BSI, Segini Penurunan Asetnya
  • Sinergi Bank Mandiri untuk Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Dari sisi likuiditas, rasio dana murah (CASA) diperkirakan tetap tinggi meski sedikit menurun, dari 74,8% pada 2024 menjadi sekitar 73,3% pada 2025. 

Kualitas aset diproyeksikan tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) pada 2025 diperkirakan berada di level 1,17%, relatif stabil dibandingkan 1,12% pada 2024. Sementara itu, coverage ratio diproyeksikan turun dari 271% pada 2024 menjadi sekitar 227% pada 2025.

Tak Lagi Ditopang BSI 

Seiring dengan pengumuman kinerja, sebelumnya Bank Mandiri mengumumkan bahwa perseroan tidak lagi melakukan konsolidasi atas laporan keuangan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS). Hal ini menjadi menarik perhatian pasar seiring dengan dampak dekonsolidasi tersebut. 

Ketentuan tersebut disampaikan dalam laporan informasi atau fakta material terkait penyesuaian pengelolaan perusahaan anak perseroan. Meski demikian, Bank Mandiri menegaskan bahwa tidak terdapat perubahan kepemilikan saham perseroan di BSI. 

"Perseroan tidak lagi melakukan konsolidasi atas laporan keuangan BSI dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan. Adapun kepemilikan saham Perseroan di BSI akan dicatat dan diakui sesuai dengan standar akuntansi yang relevan," katanya dalam keterangan resmi yang diumumkan Bank Mandiri, Selasa (27/1/2026). 

Bagaimana dampaknya? Bank Mandiri berisiko kehilangan penopang terbesar di antara entitas anak. Hingga kuartal III/2025, BSI mencatat laba bersih Rp5,56 triliun, naik dari Rp5,11 triliun tahun lalu. Dari total laba bersih entitas anak Bank Mandiri sebesar Rp8,45 triliun, separuh lebih berasal dari BSI.

Berdasarkan laporan kinerja entitas anak perseroan dalam presentasi Bank Mandiri, BSI menyumbang laba bersih terbesar dengan nilai mencapai Rp5,56 triliun per September 2025, tumbuh dari Rp5,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Dari sisi aset, BSI yang sahamnya dimiliki 51,47% oleh Bank Mandiri mencatat total aset Rp416,57 triliun hingga September 2025, naik 4,14% secara kuartalan (QoQ) dan tumbuh 12,40% secara tahunan (YoY). Dengan capaian tersebut, BSI menyumbang sekitar 70,1% dari total aset seluruh entitas anak Bank Mandiri yang mencapai Rp593,83 triliun.

Dari jumlah itu, aset individu Bank Mandiri sebesar Rp1.919,66 triliun, yang berarti BSI sebagai anak usaha menyumbang sekitar Rp400,88 triliun atau lebih dari 16% dari aset konsolidasi. Total aset gabungan seluruh anak usaha Bank Mandiri mencapai Rp593,83 triliun per September 2025, tumbuh 9,05% secara tahunan. 

Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen perbankan dan asuransi yang masih menunjukkan peningkatan kinerja positif. Dengan kontribusi dominan BSI dan pertumbuhan di sektor keuangan lainnya, Bank Mandiri berhasil mempertahankan momentum kinerja entitas anak secara konsolidasi. 

Menurut data Bank Mandiri, total aset per September 2025 tercatat sebesar Rp2.563,36 triliun. Lalu total aset BSI per September 2025 sebesar Rp416,57 triliun.   

Namun, Bank Mandiri hanya memiliki 51,47% saham di BSI. Maka, porsi aset BSI yang dikonsolidasikan ke dalam laporan Bank Mandiri adalah 51,47% dikalikan Rp416,57 triliun yaitu Rp214,4 triliun.  

Jika BSI dilepas sepenuhnya alias de-konso­lidasikan, maka total aset Bank Mandiri akan turun sebesar porsi yang sebelumnya dikonsolidasikan. Aset Bank Mandiri sebesar Rp2.563,36 triliun dikurang Rp214,41 triliun. Hasilnya, aset Bank Mandiri tanpa BSI sekitar Rp2.348,95 triliun.

Namun demikian manajemen menjelaskan bahwa kepemilikan saham Bank Mandiri di BSI selanjutnya akan dicatat dan diakui sesuai dengan standar akuntansi yang relevan, seiring dengan perubahan tata kelola pengelolaan BSI pascapenyesuaian Anggaran Dasar dan kebijakan pemegang saham Seri A Dwiwarna. 

Bank Mandiri juga menegaskan bahwa penghentian konsolidasi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kepatuhan hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. 

“Perseroan senantiasa mendukung langkah-langkah strategis yang ditetapkan oleh pemegang saham serta tetap selaras dengan arah kebijakan nasional dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BEI Perketat Syarat IPO dan Listing, Cegah Lahirnya Saham Gorengan
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Ratusan Jabatan Desa di Pati Kosong, KPK Selidiki Pola Pemerasan Terkait OTT Bupati Nonaktif Sudewo
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Kota Belgorod di Rusia Gelap Gulita Imbas Ukraina Serang Fasilitas Listrik
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kontainer Timpa Mobil di Jalur Trans Pangkep, Tiga Orang Tewas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MRT Jakarta Bakal Tembus Balaraja, Andra Soni Berharap Macet di Banten Berkurang
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.