TANGERANG, KOMPAS.com – Program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak bisa diterapkan secara instan hanya dengan mengganti atap seng menjadi genteng.
Pekerja toko material bangunan menilai, perbedaan bobot material berpotensi menimbulkan risiko keselamatan jika struktur rumah tidak disesuaikan.
Lukman (38), pekerja toko material di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, mengatakan genteng memiliki beban yang jauh lebih berat dibandingkan seng. Karena itu, rumah yang sejak awal dirancang menggunakan atap seng umumnya memiliki rangka yang lebih ringan.
Baca juga: Program Gentengisasi Prabowo, Segini Perkiraan Biaya Ganti Atap Seng ke Genteng
Menurut dia, rangka atap seperti itu berisiko tidak mampu menahan beban genteng tanah liat.
"Iya (harus dilihat rangkanya), soalnya kan kalau seng dia kecil (ringan). Kalau pakai genteng dia berat, biasanya kalau temboknya (rangka) kurus, bahaya takut ambruk," ujar Lukman saat diwawancarai Kompas.com di tokonya, Rabu (4/2/2026).
Atas pertimbangan tersebut, Lukman menilai penggantian atap seng ke genteng kerap memerlukan perbaikan bahkan penggantian rangka atap secara menyeluruh. Konsekuensinya, biaya yang dikeluarkan pemilik rumah bisa membengkak.
Ia menyebut harga genteng tanah liat dengan kualitas standar sebenarnya relatif terjangkau. Namun, biaya terbesar justru berasal dari jasa pemasangan dan pekerjaan tambahan di bagian rangka.
"Ya murah (harga gentengnya), tapi biasanya yang mahal tukangnya (biaya jasa pemasangan). Terus kan enggak dipasang genteng doang, banyak yang dikerjainnya di atas," kata Lukman.
Lukman memperkirakan ongkos jasa pemasangan atap genteng secara keseluruhan bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung kesepakatan dengan tukang dan tingkat kerumitan pekerjaan.
"Wah kalau itu (biaya tukang total) saya enggak tahu pastinya, tergantung tukangnya itu. Soalnya biasanya borongan. Enggak tahu juga ya, tapi jutaan itu, kayaknya bisa di atas Rp 5 juta (ongkos pasang). Kan dia ngebongkar juga pasti," jelasnya.
Baca juga: Respons Gentengisasi Prabowo, Industri Yakin Pabrik Genteng Baru Akan Menggeliat
Sementara itu, harga genteng tanah liat standar atau jenis plentong yang dijual di pasaran berkisar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per buah.
"Kalau yang standar dia yang tanah liat. Plentong disebutnya. Paling Rp 2.500 sampai Rp 3.000 satuannya. Iya murah sebenernya," ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan genteng untuk atap rumah rata-rata mencapai 25 hingga 30 buah per meter persegi. Dengan perhitungan tersebut, biaya pembelian genteng hanya sekitar Rp 75.000 per meter persegi.
"Tergantung sih, biasanya paling 25 atau 30. Hitung aja tuh berapa jadinya per meter. Iya, kaliin aja butuhnya berapa. Itu gentengnya," tambahnya.
Jika dikalkulasikan, rumah dengan luas atap sekitar 30–40 meter persegi membutuhkan biaya pembelian genteng sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.




