BEIJING, KOMPAS.TV — Pemerintah Kota Beijing menggelar Festival Li Chun atau Festival Bulan Pertama sebagai penanda dimulainya musim semi, tepat 13 hari sebelum Tahun Baru Imlek berdasarkan penanggalan tradisional China.
Perayaan ini menjadi simbol harapan baru, pertumbuhan, dan awal yang baik bagi masyarakat.
Festival Budaya Li Chun ke-19 tersebut digelar pada Rabu (4/2) di Observatorium Kuno Beijing, sebuah situs bersejarah tempat para cendekiawan pada masa Dinasti Ming dan Qing melakukan observasi astronomi, peramalan cuaca, serta penentuan kalender kekaisaran.
Dalam tradisi China, dikutip dari Antara, Li Chun menandai awal dari 24 titik musim dalam satu tahun.
Baca Juga: Libur Imlek 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Long Weekend dan Cuti Bersama 14–17 Februari
Maknanya tidak sekadar perubahan cuaca, tetapi juga penghormatan terhadap alam dan doa untuk panen yang melimpah.
Filosofi ini mencerminkan kelahiran kembali, pertumbuhan, serta dimulainya siklus kehidupan yang baru.
Berbagai ritual tradisional ditampilkan dalam festival tersebut. Di antaranya adalah ritual membangunkan sapi musim semi dan memberi mata pada sapi, serta ritual mencambuk sapi tanah liat (dǎ chūn niú) yang melambangkan kebangkitan semangat bertani.
Penonton juga menerima kantong merah berisi beras dan biji-bijian sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Selain pertunjukan di panggung utama, pengunjung dapat menikmati kios makanan khas musim semi seperti chunbing (pancake musim semi) dan chunjuan (lumpia musim semi).
Ada pula beragam aktivitas budaya, mulai dari menggantung hiasan musim semi, mengikuti undian kotak musim semi, hingga menulis kaligrafi bertema musim semi.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV/Antara
- Festival Li Chun
- awal musim semi China
- Beijing Festival Li Chun
- jelang Tahun Baru Imlek
- budaya tradisional China
- kalender tradisional China


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493504/original/092305200_1770256345-WhatsApp_Image_2026-02-04_at_17.40.20__1_.jpeg)
