Xi Jinping sampaikan dukungan terhadap perdamaian Ukraina ke Putin

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Tokyo (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping pada Rabu menyatakan dukungannya terhadap pembicaraan trilateral yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina dalam konferensi video dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kantor berita Rusia, Tass, melaporkan bahwa dalam pertemuan virtual tersebut, Putin menyampaikan kepada Xi penilaiannya terbaru mengenai upaya untuk menemukan solusi damai atas konflik Ukraina, kata penasihat Kremlin Yury Ushakov.

Pembicaraan tiga pihak yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat itu berlangsung di Abu Dhabi.

Ushakov juga mengatakan bahwa Putin dan Xi juga membahas situasi terkait Iran serta perkembangan di Venezuela dan Kuba, di tengah meningkatnya ketegangan antara negara-negara tersebut dengan Amerika Serikat.

Xi menekankan pentingnya bagi Beijing dan Moskow bekerja sama untuk menjaga stabilitas, mengingat situasi internasional telah “menjadi semakin bergejolak sejak awal tahun,” menurut Kementerian Luar Negeri China. Pernyataan itu dinilai merujuk pada operasi militer AS di Venezuela pada Januari lalu.

Kedua pemimpin tersebut turut membahas Perjanjian New START yang akan berakhir pada Kamis, yang merupakan satu-satunya perjanjian yang tersisa yang membatasi persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Rusia.

Putin mengatakan kepada Xi bahwa Moskow akan “bertindak secara terukur dan bertanggung jawab berdasarkan analisis menyeluruh terhadap situasi keamanan secara keseluruhan,” lapor Tass.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa China, sebagai kekuatan nuklir utama lainnya, juga seharusnya menjadi bagian dalam kerangka pengendalian senjata.

Xi mengundang Putin untuk melakukan kunjungan resmi ke China pada paruh pertama tahun ini, dan undangan tersebut diterima oleh presiden Rusia, kata Ushakov, seraya menambahkan bahwa tanggal dan rincian kunjungan akan diatur kemudian.

Presiden China juga mengundang Putin untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan digelar di Shenzhen, China selatan, pada November mendatang.

Dikarenakan pertemuan daring itu berlangsung menjelang Tahun Baru Imlek, yang dikenal sebagai Festival Musim Semi di China, Putin memuji hubungan bilateral kedua negara dengan mengatakan bahwa “setiap musim adalah musim semi” bagi hubungan Rusia-China, menurut Tass.

Xi dan Putin sepakat untuk semakin memperkuat kemitraan kerja sama strategis antara kedua negara, kata Kementerian Luar Negeri China.

Sumber: Kyodo

Baca juga: AS, Rusia dan Ukraina kembali bertemu di meja perundingan, Rabu

Baca juga: NATO siap kerahkan pasukan ke Ukraina usai kesepakatan damai

Baca juga: Menlu Rusia: Kehadiran militer Barat di Ukraina tak dapat diterima


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Sah! Pertamina Merger 3 Bisnis Hilir ke Subholding Downstream
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Menkeu Sebut Revisi UU P2SK Jadi Kunci Penguatan Tata Kelola Sektor Keuangan
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Siswa SMP di Sungai Raya Melempar Molotov, Densus 88 Ungkap Pengaruh True Crime dan Perundungan
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Pastikan Kepercayaan Terjaga, Pemerintah Jalin Komunikasi Aktif dengan Investor
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.