Peneliti BRIN Jelaskan Mengapa Jakarta Tetap Rawan Banjir saat Siklon Tropis

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Foto Ilustrasi siklon tropis, badai (Sumber: Envato/freedomnaruk)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan mengingatkan, bahwa wilayah Pulau Jawa, termasuk Jakarta, tetap berisiko terdampak cuaca ekstrem meski tidak berada di jalur langsung siklon tropis.

Dalam diskusi bertajuk “Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset” di Jakarta, Rabu (4/2), Eddy menjelaskan, secara geografis Jakarta tidak memenuhi syarat utama sebagai lintasan atau lokasi pembentukan siklon tropis.

Posisi Jakarta yang tidak berhadapan langsung dengan samudra luas membuat potensi kemunculan siklon tropis di wilayah ini relatif kecil.

Kondisi tersebut, kata Eddy, perlu dipahami publik agar tidak muncul kekhawatiran berlebihan menyusul fenomena Siklon Senyar.

Siklon ini diketahui memperparah hujan ekstrem hingga memicu banjir bandang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Kembali Digencarkan, Pemprov DKI Arahkan Hujan ke Wilayah Lebih Aman

Meski begitu, Eddy menegaskan, dampak siklon tropis tidak berhenti di wilayah lintasannya saja.

Sistem siklon yang berkembang di Samudra Hindia, Pasifik Barat, maupun sekitar Australia tetap dapat memengaruhi atmosfer di wilayah Jakarta.

"Penguatan sistem cuaca tersebut dapat meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jakarta dan sekitarnya, sehingga memicu hujan yang berlangsung dalam durasi panjang dan berpotensi menyebabkan banjir," kata Eddy mengutip Antara.

Ia mencontohkan banjir besar yang hampir melumpuhkan Jakarta pada 2020 lalu.

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • brin
  • cuaca ekstrem
  • siklon tropis
  • banjir jakarta
  • iklim indonesia
  • perubahan iklim
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BI: Pemulihan Pascabencana Sebabkan Sumbar Deflasi pada Januari 2026
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Gelar OTT di Banjarmasin Kalsel Terkait Restitusi Pajak
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kemiskinan dan Tragedi Bocah SD di NTT Bunuh Diri: Cambuk Buat Kita Semua
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas Cetak Kenaikan Harian Terbesar sejak 2008, Perak Ikut Bangkit
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Lagi-Lagi Melambung hingga Rp102.000, Harganya Jadi Rp2.946.000 per Gram
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.