GenPI.co - Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyoroti langkah politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang totalitas mendukung PSI.
Amien Rais menilai pidato Jokowi pada Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada akhir Januari di Makassar, bersifat subjektif.
“Tetapi, isi pidato yang berlangsung hanya beberama menit itu, bisa saya simpulkan Jokowi mengalami depresi,” katanya dikutip dari akun YouTube miliknya, Kamis (5/2).
Dia menyebut Jokowi terlihat pucat. Namun, meyakinkan peserta Rakernas PSI kalau dirinya masih kuat datang ke mana saja.
“Tidak salah kalau Saya katakan Jokowi masih makan, minum, bernapas, dan lain-lain. Tetapi, penalarannya sudah rusak berat,” ujarnya.
Eks Ketua MPR itu menyebut Jokowi yakin PSI akan menjadi partai besar dan lolos Senayan, dengan ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
Amien Rais menyinggung konsolidasi partai berlogo Gajah tersebut, yang digelar di Kota Semarang.
“PSI Kota Semarang mengadakan rapat kerja. Tetapi, yang dibangun bukan kekompakan, melainkan perpecahan. Sebanyak 13 cabang walkout, dari 16 cabang,” tuturnya.
Dia mengingatkan saran aktivis kesehatan Dr Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, supaya Jokowi dirawat di rumah sakit terkemuka di Beijing atau New York.
“Dokter Tifa menyarankan negara mengambil alih usaha penyembuhan Jokowi. Tetapi, semua kembali pada Pak Joko Widodo,” ujarnya.
Amien Rais menyarankan Jokowi mengurangi pergerakan politiknya, supaya tidak semakin runyam kehidupannya.
“Kalau bisa, lupakan sama sekali untuk terus cawe-cawe politik, agar tidak semakin runyam kehidupan Jokowi yang semakin hari, semakin rapuh,” ucapnya. (*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:


