JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri periode 2001-2009, Hassan Wirajuda menyebut Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Badan Perdamaian untuk penyelesaian masalah Palestina.
Hal ini setelah melalui dua rangkaian konsultasi di antara negara-negara berpenduduk mayoritas Islam atau negara Islam.
Keterangan itu disampaikan Hassan Wirajuda usai bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas Dewan Perdamaian bersama bekas menteri dan wakil menteri sebagaimana tayangan Breaking News Kompas TV, Rabu (4/2/2026).
“Pertama di New York di sela-sela pertemuan majelis umum PBB pada akhir tahun lalu dan juga ketika kita pada akhirnya memutuskan bergabung, kita juga melalui proses konsultasi yang erat dengan 7 negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam,” ucap Hassan.
Hassan menilai dua rangkaian konsultasi yang telah dijalani tersebut menjadi catatan penting dalam bergabungnya Indonesia ke Board of Peace.
Sebab, kata Hassan, 8 negara dengan Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam ini bisa menjadi kekuatan penyeimbang bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga: Purbaya soal KPK OTT di Banjarmasin dan Jakarta: Saya Tidak akan Lepaskan Anak Buah Saya Sendirian
“Mengapa ini dianggap penting dan saya juga ikut menganggap penting, karena 8 negara ini dapat menjadi kekuatan penyeimbang di dalam Boardof Peace. Termasuk, keputusan-keputusan yang akan diambil oleh badan ini,” ujar Hassan.
“Memang ada kekhawatiran Trump akan memainkan luar biasa, tidak dapat dikontrol, tapi setidaknya 8 negara ini dengan seksama menyimbangkan proses di dalam Board of Peace,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Board of Peace merupakan organisasi internasional baru yang dibentuk Presiden Donald Trump.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- board of peace
- hassan wirajuda
- badan perdamaian
- indonesia gabung board of peace
- penyelesaian palestina

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494292/original/016870800_1770283417-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_16.07.31.jpeg)



