Bro Ron Bergerak, Kirim Kader PSI Usut Penyimpangan Bansos yang Diterima Keluarga Siswa SDN NTT yang Bunuh Diri!

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron kerahkan kader PSI untuk mengusut soal bansos yang diterima siswa SD NTT, YBS (10) yang nekat bunuh diri. 

Menurut penelusuran Bro Ron, YBS tercatat sebagai penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP) dan sejumlah bansos dari pemerintah. 

BACA JUGA:KNAI Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Nilai Rawan Politisasi

BACA JUGA:Waka Komisi X DPR: Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan

Namun, berdasarkan informasi awal,  terdapat penyimpangan atas bansos tersebut sehingga keluarga YBS terjerembab dalam kemiskinan ekstrem.

"Saya minta kader PSI Kabupaten Ngada untuk kunjungi ibu korban dan tanya lebih dalam perihal bansos dari pemerintah," kata Bro Ron saat dihubungi Disway.id, Rabu, 4 November 2025 malam.

Bro Ron menambahkan, pihaknya sudah mengantongi bukti awal dugaan penyimpangan tersebut. Namun, ia belum mau membeberkan ke publik karena tengah didalami tim. 

"Rekaman kesaksian dan rangkuman temuan sudah saya pegang," pungkasnya.

Jadi Sorotan 

Sebelumnya, Akademisi Rocky Gerung sindir kegagalan pemerintah atas kasus Siswa SD di Ngada, NTT, yang memilih bunuh diri karena tak mampu membeli buku seharga Rp10 Ribu

Diketahui, peristiwa pilu ini dialami siswa kelas IV SD di Ngada, NTT berinisial YBS (10) yang bunuh diri karena orang tua tidak mampu membelikan buku dan pena.

BACA JUGA:Bahar bin Smith Mangkir dari Panggilan Polisi, Minta Pemeriksaan Ditunda!

BACA JUGA:Kepergian Iptu Tomi Marbun di Papua Berujung Gugatan, 114 Advokat Layangkan Citizen Lawsuit di PN Jakpus

Dalam sebuah acara kuliah di UGM bertema Masa Depan Demokrasi: Polisi, Militer, Gerakan Sosial, Rocky menyebut negara gagal menjalankan Republikanisme.

Di sesi awal kuliah, Rocky tersentak mendengar kabar anak SD memilih mengakhiri hidup demi tak menyusahkan sang ibu. 

“Saya tadi baca berita di NTT, anak umur 10 tahun memilih bunuh diri, saya pakai kata memilih, untuk menyelamatkan hidup ibunya. Dia minta dibelikan buku, ibunya bilang tidak punya uang lalu, dia memilih untuk bunuh diri. Satu tindakan republikanisme,” katanya dikutip Disway.id dari Youtube Department of Politcs and Government - Universitas Gadjah Mada, Rabu, 3 Januari 2026. 

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Heboh Logo NU Diedit Jadi ‘Netanyahu United’, Polda Metro: Dalam Penyelidikan!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Kasus Anak di NTT, Pentingnya Kenali Perubahan Perilaku untuk Cegah Bunuh Diri
• 17 menit lalukumparan.com
thumb
Waspada Kampanye Phishing Apple Pay: Penipu Incar Data Pengguna Lewat Peringatan Palsu
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sebanyak 40 Juta Perempuan Indonesia Ditargetkan Menjalani Skrining Kanker Payudara
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Aneh, Polisi Sebut Bocah SD Gantung Diri di NTT Bukan Karena Minta Alat Tulis
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.