Intel resmi masuk ke bisnis graphics processing units (GPU) untuk data center, pasar yang selama ini dikuasai Nvidia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Intel membenahi kinerja perusahaan di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan.
Dalam acara Cisco AI Summit pada Selasa (3/2) waktu setempat, Tan mengatakan Intel akan mulai memproduksi GPU. Ini prosesor yang lebih terspesialisasi dibandingkan CPU yang biasa dibuatnya, dan digunakan untuk game dan pelatihan model kecerdasan buatan (AI).
Selama puluhan tahun, Intel dikenal sebagai produsen CPU. Masuknya Intel ke bisnis GPU data center menandai perubahan strategi yang signifikan, mengingat pasar ini sekarang didominasi Nvidia.
GPU Nvidia menjadi tulang punggung bagi banyak sistem AI. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mencapai posisi pasar yang sangat kuat.
Menurut laporan Reuters, proyek GPU Intel akan dipimpin Kevork Kechichian, Executive Vice President and General Manager of the Data Center Group (DCG) Intel. Kechichian direkrut pada September 2025 sebagai bagian dari gelombang perekrutan insinyur baru.
Intel juga mendatang Eric Demers pada Januari. Demers sebelumnya bekerja lebih dari 13 tahun di Qualcomm dan terakhir menjabat sebagai Senior Vice President of Engineering.
Tan menyebut pengembangan GPU AI Intel masih dalam tahap awal, dengan perusahaan akan menyusun strategi berdasarkan kebutuhan dan permintaan pelanggan. Pernyataan ini menunjukkan Intel belum mengunci arah produk atau segmen pasar secara spesifik.
Langkah ini menarik perhatian karena Tan sebelumnya menyampaikan rencana untuk merampingkan bisnis dan fokus pada inti perusahaan saat mulai menjabat sebagai CEO pada Maret tahun lalu. Meski GPU tetap berada dalam ranah semikonduktor, ekspansi ini menunjukkan Intel bersedia mengambil risiko untuk mengejar peluang di pasar chip AI yang tumbuh cepat.



