Jakarta: Diplomat Success Challenge (DSC) Season ke-16 akhirnya rampung digelar. DSC konsisten mendorong lahirnya wirausaha baru serta memperkuat UMKM melalui pendampingan, pembiayaan, dan penguatan karakter pelaku usaha.
Program Initiator DSC, Edric Chandra, menyampaikan rasa syukurnya dengan penyelenggaraan DSC sejauh ini. Ia menyampaikan capaian DSC Season 16 menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis peserta.
Pada 2024, total estimasi pendapatan seluruh peserta DSC tercatat sebesar Rp1,7 triliun. Angka tersebut meningkat pada 2025, dengan total estimasi pendapatan melampaui Rp2,4 triliun, di mana 79,8 persen bisnis peserta telah berjalan aktif. Dari sisi ketenagakerjaan, dampaknya mencapai lebih dari 38.000 tenaga kerja.
"DSC 16 pencapaiannya cukup luar biasa, meningkat 18 persen," ujar Edric dalam konferensi pers Final DSC Season 16 di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Edric juga menyoroti sektor industri kreatif dan fesyen yang mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 19 persen, sementara sektor food and beverage masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 30 persen. Pada Season 16, DSC memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Food Startup Indonesia (FSI) dan APINDO, untuk memperluas ekosistem kewirausahaan nasional.
Baca Juga :
"Melalui Wismilak Foundation, program DSC ini konsisten selama 16 tahun,” ujarnya, seraya menyinggung usia Wismilak yang telah mencapai 63 tahun sebagai inspirasi keberlanjutan merek jangka panjang.
Ungkapan bahagia juga diungkapkan Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera atas perjalanan DSC yang sudah berjalan selama 16 tahun ini. Ia menegaskan bahwa selama 16 tahun penyelenggaraan, DSC terus mengalami perkembangan, terutama dari ragam model bisnis peserta.
Ia menilai, pada periode awal, bisnis peserta masih didominasi sektor umum seperti F&B dan produk konvensional. Namun dalam lima tahun terakhir, ide bisnis semakin bergeser ke arah optimalisasi digital dan industri kreatif.
"Yang berubah adalah ragam bisnisnya. Tapi yang tidak berubah adalah keuletan para wirausahawan," kata Surjanto.
(Foto:Dok)
Baca Juga :
Industri Kayu dan UMKM Diminta BerkolaborasiPada kesempatan itu, Surjanto menilai karakter ulet dan pantang menyerah tetap menjadi benang merah para peserta DSC dari musim ke musim.
"Peserta-peserta DSC ini sangat ulet, kerja keras, dan tidak bisa disebut generasi strawberry," kata Surjanto.
Sejalan dengan itu, DSC Season 16 juga menghadirkan inovasi dalam penguatan nilai keberlanjutan. Tahun ini, DSC bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan untuk mendampingi peserta dalam penyusunan laporan keberlanjutan. Sebanyak 36 peserta tercatat telah menyusun sustainability report sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan berjangka panjang.
Sementara itu, penyelenggaraan DSC 16 juga mendapat apresiasi dari Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman. Ia menegaskan pentingnya konsistensi pendampingan bagi UMKM agar mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
"Selama 16 tahun, Wismilak Foundation secara konsisten memberikan pendampingan bagi UMKM Indonesia," ujarnya.
Dengan total hibah usaha mencapai Rp2,5 miliar dan pendampingan berkelanjutan melalui Diplomat Entrepreneur Network (DEN), DSC Season 16 kembali menegaskan perannya sebagai fondasi ekosistem wirausaha Indonesia yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

