Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,07 persen.
IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 5,39 persen pada kuartal IV-2025 dan 5,11 persen sepanjang 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi 2025 adalah industri pengolahan (manufaktur), perdagangan, pertanian, dan informasi dan komunikasi (infokom).
"Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,07 persen. Di sisi lain, pertanian memberikan sumber pertumbuhan yang relatif besar dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,06 persen," ujar Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Kamis (5/2/2026).
Kemudian perdagangan, memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,72 persen, serta informasi dan komunikasi memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,56 persen.
Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi 2025 adalah Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Hal ini terutama didorong peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi dan komunikasi serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan.
Sepanjang 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu pada kuartal IV-2025, seluruh lapangan usaha tercatat tumbuh positif yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, kecuali pertambangan.
"Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan, di mana total share lima lapangan usaha ini mencakup sebesar 63,09 persen PDB," kata Amalia.
Pada kuartal IV, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,10 persen, sementara perdagangan memberikan sumber pertumbuhan 0,79 persen.
Adapun informasi dan komunikasi memberikan sumber pertumbuhan 0,55 persen, pertanian memberikan sumber pertumbuhan 0,51 persen.
Di sisi lain, lapangan usaha yang tumbuh tinggi antara lain transportasi dan pergudangan, yang didorong peningkatan mobilitas masyarakat seiring libur Nataru dan stimulus diskon tarif angkutan.
Kemudian informasi dan komunikasi didorong peningkatan aktivitas pengguna internet dan peningkatan traffic data operator seluler.
Terakhir, jasa keuangan tumbuh ditopang oleh pertumbuhan kredit dan pendapatan premi asuransi.
(NIA DEVIYANA)





