Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai kunci pemenuhan gizi seimbang masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, dr. Lovely Daisy, dalam webinar peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026, melalui daring pada Kamis, 5 Februari 2026.
Menurutnya, keberagaman pangan menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Ia mengungkapkan, masih terdapat 39 persen penduduk Indonesia yang belum mengonsumsi pangan secara beragam, padahal tidak ada satu jenis makanan pun yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi tubuh.
"Baik zat gizi makro maupun mikro sangat dibutuhkan tubuh. Vitamin dan mineral memang dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi semuanya sangat penting. Dengan pola makan yang beragam, khususnya melalui pemanfaatan pangan lokal dan sumber daya alam di sekitar, masyarakat bisa memperoleh gizi yang lebih seimbang," ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Kemudian ia menjelaskan, Kemenkes terus menjalankan berbagai program untuk mendorong konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
Upaya tersebut mencakup promosi perilaku konsumsi gizi seimbang, pengayaan pangan tertentu, hingga perbaikan gizi bagi masyarakat yang mengalami kekurangan maupun kelebihan gizi.
"Semua kegiatan ini dilaksanakan dengan memprioritaskan pangan lokal yang tersedia dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat," ucapnya.
Pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026, Kemenkes mengusung tema Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal dengan slogan Sehat Dimulai dari Piringku.
Melalui konsep Isi Piringku, masyarakat diimbau untuk mengisi setengah piring dengan sayur dan buah, serta setengahnya lagi dengan makanan pokok dan lauk-pauk.
Editor: Redaksi TVRINews





