TABLOIDBINTANG.COM - Chris Hemsworth mengaku tak lagi menempatkan penghargaan Hollywood atau capaian box office sebagai tolok ukur utama kesuksesan hidupnya. Aktor berusia 42 tahun yang dikenal lewat perannya sebagai Thor itu menilai ambisi terhadap nominasi ajang penghargaan maupun film berpendapatan fantastis sebagai sesuatu yang “absurd”.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Hemsworth mengatakan bahwa di masa lalu ia sempat berpikir pengakuan industri akan membuatnya merasa lebih baik tentang diri sendiri. Namun, pandangannya kini berubah total.
“Saya dulu berpikir mungkin jika dinominasikan untuk sesuatu, saya akan merasa lebih baik. Atau jika memiliki film terbesar sepanjang masa, atau meluncurkan waralaba baru, maka saya akan merasa terpenuhi. Itu absurd,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai dirinya kini tidak lagi bergantung pada hal-hal yang bersifat eksternal. “Harga diri saya tidak lagi bertumpu pada semua hal di luar itu—meski saya masih harus terus mengingatkan diri sendiri,” katanya.
Perubahan cara pandang tersebut, menurut Hemsworth, semakin kuat sejak ayahnya, Craig, didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Sejak saat itu, ia menjadi lebih menyadari rapuhnya kehidupan dan mulai menempatkan waktu bersama keluarga sebagai prioritas utama.
Hemsworth kini lebih menghargai kebersamaan dengan sang istri, Elsa Pataky, serta ketiga anak mereka—India dan si kembar Sasha serta Tristan. “Keinginan saya untuk terus berlari ke depan benar-benar menurun. Saya menjadi lebih sadar akan rapuhnya segalanya. Anda mulai berpikir, ‘Ayah saya tidak akan ada selamanya,’” tuturnya.
Ia juga menyinggung perubahan dinamika dalam keluarganya seiring pertumbuhan anak-anaknya yang kini berusia 11 dan 13 tahun. “Malam-malam ketika mereka berebut tidur di tempat tidur kami—tiba-tiba hal itu tidak terjadi lagi,” kata Hemsworth.
Aktor asal Australia itu juga mengakui bahwa banyak peran film yang ia ambil di masa lalu didorong oleh bayaran besar, bukan semata pertimbangan kreatif. “Saya berpikir, ‘Saya berasal dari nol. Siapa saya sampai menolak uang sebanyak itu?’ Saya membenarkan pilihan-pilihan yang sebenarnya bukan keputusan kreatif paling murni,” ungkapnya.
Menurut Hemsworth, keputusan tersebut kerap ia rasionalisasi dengan alasan membantu keluarga, seperti membelikan rumah untuk orang tua atau menolong kerabatnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat membangun persona tertentu—baik di layar maupun di kehidupan publik—untuk menutupi rasa tidak aman yang ia miliki. “Karakter yang Anda lihat dalam wawancara dan bagaimana saya menampilkan diri selama dua dekade bekerja di Hollywood, itu adalah saya—tapi juga sebuah ciptaan. Itu adalah apa yang saya pikir orang ingin lihat,” jelasnya.
Memerankan sosok dewa seperti Thor, lanjut Hemsworth, menjadi semacam “jaring pengaman” yang membuat orang mengira ia selalu percaya diri dan yakin pada dirinya sendiri. “Peran itu menipu orang untuk berpikir bahwa saya sekuat dan setegas itu,” pungkasnya.

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F06%2F21%2F549730db-2bff-4c38-a109-408f6ce28063_jpg.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493993/original/095505200_1770274008-IMG_6550.jpeg)