Viral Mahasiswa di Yogyakarta Injak Kekasihnya, Unisa Buka Suara

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta: Media sosial X viral kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang mahasiswa di Yogyakarta, diduga mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa). Terduga pelaku tampak dalam video bersujud meminta maaf. 

Unisa Yogyakarta memberikan konfirmasi kasus dugaan kekerasan yang melibatkan mahasiswanya viral di media sosial X. Mahasiswa Unisa menganiaya pacar, dari menginjak, menyeret, hingga menjambak, atau termasuk kekerasan dalam pacaran.  

"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan dua mahasiswa UNISA Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi perhatian serius, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta budaya akademik yang menjunjung tinggi rasa aman dan saling menghormati," kata Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan, Wantonoro di Yogyakarta pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Baca Juga :

Viral, Pria WNA Diduga Melakukan Aksi Cabul di Blok M


Gedung Kampus Unisa Yogyakarta. Dokumentasi/Humas Unisa 

Wantonori mengatakan kejadian tersebut merupakan hal yang tidak diharapkan oleh institusi. Selain menyesalkan, pihaknya melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan kepada korban. 

Ia menyebut dukungan diberikan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban. Otoritas kampus, kata dia, juga melakukan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban.

UNISA Yogyakarta menegaskan fokus utama institusi saat ini memastikan korban mendapatkan dukungan dan pendampingan yang diperlukan, baik dari sisi psikologis maupun kesehatan fisik dengan instrumen yang kami miliki yaitu Biro Layanan Psikologis (BLP).

"Harapan kami korban sehat, semoga bisa melanjutkan kuliah dengan aman dan nyaman," kata Wantonoro.  Pelaku Penganiayaan Mengakui Perbuatannya Ia mengklaim UNISA Yogyakarta telah memanggil pihak terduga pelaku untuk dimintai klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, terduga pelaku menyampaikan pengakuan atas perbuatannya serta menyadari bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan.

UNISA Yogyakarta juga mendorong terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga dan korban. Kampus menegaskan bahwa penegakan tata aturan yang berlaku akan tetap diberlakukan sebagai konsekuensi dari tindakan kekerasan yang terjadi, sesuai tata aturan yang berlaku di UNISA Yogyakarta.

Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta memiliki aturan dan mekanisme penegakan disiplin yang harus ditegakkan. Saat ini, proses tindak lanjut terhadap terduga pelaku sedang dalam koordinasi internal sesuai ketentuan yang berlaku melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

"Kami sebagai institusi pendidikan memiliki aturan yang kami tegakkan untuk pelaku, dan ini sedang dalam koordinasi internal. Kami bertugas mengarahkan dan menegakkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh mahasiswa," kata dia. 

Gedung Kampus Unisa Yogyakarta. Dokumentasi/Humas Unisa 

Ia menambahkan, UNISA Yogyakarta juga telah menemui korban secara langsung serta memfasilitasi pendampingan yang diperlukan, termasuk pendampingan psikologis, dukungan kesehatan fisik, serta pendampingan lanjutan agar korban dapat merasa aman. Wantonoro menegaskan kampus memiliki komitmen menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkeadaban, serta tidak menoleransi segala bentuk kekerasan. 

"Sebagai bentuk penguatan, UNISA Yogyakarta juga akan melakukan evaluasi internal dan penguatan langkah pencegahan kekerasan, termasuk edukasi relasi sehat dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, demi memastikan kampus menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika," ucapnya. 

Baca Juga :

Kepsek SDN di Tasikmalaya Diduga Cabuli 5 Gadis, UPTD PPA Dampingi Korban
Sebelumnya, akun X @AgiKristianto mengunggah video dan sejumlah gambar hasil percakapan. Terdapat gambar tindak penganiayaan bekas luka di muka dan tangan korban. Foto terduga pelaku juga diunggah beserta status kemahasiswaannya. 

"Diinjek tangan sama tulang ekor, diseret ke kamar mandi digrujugi (disiram air). Kepala dijambak kro (dan) dipukul," demikian petikan salah satu isi percakapan dengan diduga korban. 

Pada unggah lain juga menunjukkan percakapan kasus itu akan dilaporkan ke aparat. Namun, terduga korban masih menunggu kesiapan dan keluarganya dari luar Yogyakarta. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OJK Tegaskan Dukungan Pertumbuhan Properti di Sulsel, Siapkan Sejumlah Kebijakan Strategis
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Nadia Shakila Jadi Hot News di Sekolah Usai Raih Top Scorer MLSC Yogyakarta
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Rehabilitasi Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi Jatim untuk Lingkungan dan Ekonomi Pesisir
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pejabat Kemenkeu Ditangkap KPK, Uang Miliaran dan Emas 3 Kg Ikut Disita
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tidak Bisa Beli Buku dan Pena, Tinggalkan Surat untuk Ibu
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.