Media massa ternama di Amerika Serikat, The Washington Post, membuat keputusan mengejutkan: memberhentikan ratusan karyawan. Karyawan yang terdampak sekitar sepertiga dari jumlah seluruhnya.
Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (4/2) waktu setempat. Namun, rumornya sudah tersebar sejak beberapa minggu lalu.
Pemimpin redaksi dari media yang terkenal dengan sebutan The Post tersebut, Matt Murray, dalam rapat pagi mengatakan media tersebut sedang menjalani penyesuaian strategi untuk menghadapi masa depan. Washington Post yang berdiri 6 Desember 1877 telah berjuang untuk menjangkau pelanggan dan harus bersaing di pasar media yang ramai.
"Hari ini, Washington Post mengambil sejumlah tindakan di seluruh perusahaan untuk mengamankan masa depan kita," katanya dikutip dari The Guardian, Kamis (5/2).
Murray mengatakan kepada para karyawan, desk olahraga akan dihentikan. Beberapa staf di desk tersebut akan dipindahkan ke desk lain. Kemudian akan ada restrukturisasi liputan lokal, pengurangan laporan internasional, hingga penangguhan podcast berita harian yang dikenal dengan Post Reports.
Meski begitu Washington Post akan tetap punya 12 biro internasional yang akan difokuskan untuk isu-isu keamanan nasional.
Menurut Murray, keputusan itu tidak hanya menyakitkan bagi yang terdampak, tapi juga bagi semua orang.
“Saya tahu bahwa perubahan ini akan terasa seperti kejutan bagi sistem dan menimbulkan beberapa pertanyaan bagi semua orang,” ujarnya.
“Saya tahu bahwa beberapa minggu terakhir ini merupakan masa yang sangat menegangkan dan mengganggu bagi kita semua, dan saya tahu ini akan menjadi hari yang sulit. Saya menghargai kerja keras Anda selama masa ini," tuturnya.
Fokus Politik dan PemerintahanMurray mengatakan tim terbesar Washington Post akan fokus pada peliputan politik dan pemerintahan. Media tersebut juga akan memprioritaskan liputan berita nasional dan topik-topik unggulan seperti sains, kesehatan, kedokteran, teknologi, iklim, dan bisnis.
Karyawan Washington Post yang telah diberhentikan akan tetap menjadi staf hingga 10 April, meski begitu mereka tidak diwajibkan untuk bekerja. Mereka akan menerima jaminan kesehatan selama enam bulan.
PHK Pegawai Sejak Beberapa Tahun TerakhirPengurangan pegawai bukan hal yang baru terjadi di Washington Post. Sejak dimiliki oleh miliarder pendiri Amazon, Jeff Bezos, media tersebut telah mengurangi ratusan pegawainya dalam beberapa tahun terakhir.
Sekitar 240 staf berhenti dari Washington Post melalui program pengunduran diri sukarela yang ditawarkan pada akhir 2023, dan sebagian besar staf lainnya menerima program pengunduran diri sukarela tahun lalu, yang ditawarkan kepada setiap karyawan dengan pengalaman lebih dari 10 tahun.
PHK, khususnya terhadap jurnalis di ruang redaksi, lebih jarang terjadi. Pada musim gugur 2024, Washington Post memecat 54 karyawan dari divisi yang bertanggung jawab atas perangkat lunak penerbitan miliknya. Pada Januari 2025, Washington Post memecat sekitar 4% staf yang bekerja di bidang periklanan, pemasaran, dan operasi percetakan.
Karyawan Desak BezosPara karyawan Washington Post telah melakukan berbagai cara untuk mencegah PHK tersebut. Salah satunya mendesak Bezos lewat surat maupun pesan pribadi di media sosial. Namun tidak ditanggapi oleh Bezos.
Serikat pekerja yang mewakili sebagian besar karyawan Washington Post mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja yang dilakukan pada hari Rabu bukanlah hal yang "tak terhindarkan".
“Ruang redaksi tidak dapat dikosongkan tanpa konsekuensi terhadap kredibilitas, jangkauan, dan masa depannya,” kata serikat pekerja tersebut.
“Terus menerus memberhentikan pekerja hanya akan melemahkan surat kabar, mengusir pembaca, dan merusak misi The Post: untuk meminta pertanggungjawaban kekuasaan tanpa rasa takut atau pilih kasih dan menyediakan informasi penting bagi masyarakat di seluruh wilayah, negara, dan dunia,” tambahnya.
Serikat pekerja tersebut menyarankan bahwa Bezos mungkin bukan pemilik yang tepat untuk Washington .
“Jika Jeff Bezos tidak lagi bersedia berinvestasi dalam misi yang telah mendefinisikan surat kabar ini selama beberapa generasi dan melayani jutaan orang yang bergantung pada jurnalisme The Post, maka The Post pantas mendapatkan pengelola yang akan melakukannya,” ujarnya.
Serikat pekerja berencana menggelar protes terkait PHK itu. Aksi tersebut akan dilakukan di depan kantor pusat Post di Washington DC pada Kamis (5/2).
Washington Post adalah satu dari sedikit media besar di AS yang masih mempertahankan cetakan harian—meski dengan jumlah eksemplar sedikit. Sehingga bisa dikatakan koran cetak kini adalah "produk eksklusif" Washington Post, sedangkan produk utamanya adalah platform digital.



