Pakta Perjanjian dan Pembatasan Senjata Nuklir Strategis (START) antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia berakhir hari ini, Kamis (5/2). Pakta ini adalah salah satu pakta yang mengatur pengurangan secara berkala senjata nuklir kedua negara, dan sudah dimulai sejak era Uni Soviet.
Setelah pakta ini berakhir, Rusia menyatakan tak terikat lagi dengan kewajiban START dan perjanjian-perjanjian lain yang mengikutinya.
"Dengan demikian, semua pihak yang ada di Pakta New START tak lagi terikat dari kebijakan, atau deklarasi lain yang masih satu konteks dengan pakta ini," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, lewat statement resmi mereka, dilansir AFP.
Upaya Membatasi Senjata Nuklir Strategis Dua NegaraPakta START sendiri diajukan oleh Presiden Ronald Reagan pada 1982. Saat itu, dunia masih berada di masa Perang Dingin, yang ditandai dengan produksi senjata nuklir besar-besaran baik oleh AS maupun Uni Soviet.
Lalu, konsep Reagan ini diajukan ke Soviet, melalui proses negosiasi bertahun-tahun, dan akhirnya disepakati pada 1991.
Pakta ini saling menyambung, dengan sejumlah pakta baru. Berikut urutannya:
START I, diteken oleh Presiden George H.W Bush senior dengan PM Uni Soviet Mikhail Gorbachev, pada 31 Juli 1991.
Pakta ini dilanjutkan dengan pakta START II, masih sama, AS diwakili Presiden Bush dan Presiden Rusia Boris Yeltsin. Ini adalah pakta perjanjian nuklir pertama antara AS dan Rusia, selaku negara suksesor Soviet.
Pakta ini berlaku efektif pada 14 April 2000 dan berakhir 13 Juni 2002.
Lalu, sebelum pakta itu berakhir, AS-Rusia telah menyusun perjanjian baru pada 24 Mei 2002. Yakni SORT, atau Pakta Moskow.
Pakta ini berlaku efektif pada 1 Juni 2003, ditandatangani oleh Presiden George W. Bush dan Presiden Vladimir Putin. Pakta SORT berakhir pada 5 Februari 2011.
Nah, sebelum Pakta SORT berakhir, Presiden Barrack Obama dan Presiden Dmitry Medvedev menandatangani pakta New START, pada 8 April 2010 di Praha.
New START efektif pada 5 Februari 2011 dan berakhir hari ini. Sejauh ini, belum ada perbincangan antara Trump dan Putin untuk memperbarui pakta yang membatasi senjata nuklir kedua negara.




