Pengakuan Mengejutkan Siswa Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Fakta mengejutkan terungkap di balik ledakan bom yang mengguncang SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Polisi memastikan, aksi ekstrem yang dilakukan seorang siswa berstatus anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F itu bukan terjadi tanpa sebab. Hasil pendalaman penyidik mengungkap, pelaku menyimpan luka batin yang cukup lama akibat perlakuan di lingkungan sekolah.

Baca Juga :
Fakta Mengejutkan! Siswa SMP Pelempar Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta
Ledakan Gas LPG 12 Kg di Palembang, 2 Orang Tewas dan Balita Ikut Terbakar

Rasa sakit hati itu perlahan berubah menjadi amarah, hingga akhirnya meledak dalam bentuk aksi kekerasan yang membahayakan banyak nyawa. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan ABH mengaku merasa terasing dan dikucilkan oleh teman-temannya di sekolah.

“Berdasarkan keterangan anak, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan,” ujar dia, Kamis, 5 Februari 2026.

Tak berhenti disitu, ABH juga mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya sejak masih duduk di bangku SMP. Ia mengaku kerap menjadi sasaran ejekan yang menyentuh ranah personal.

“Anak menerangkan bahwa sejak SMP kerap menjadi bahan ejekan, termasuk dipanggil dengan sebutan yang merendahkan karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan, dan situasi serupa berlanjut saat SMA,” ujarnya.

Tekanan demi tekanan itu disebut membuat kondisi psikologis pelaku semakin rapuh. Polisi menyebut ejekan yang terus-menerus diterima ABH menyerang penampilan dan kondisi pribadinya.

“Perlakuan tersebut membuat Anak merasa marah dan tertekan karena serangan yang menyasar penampilan serta kondisi pribadinya. Atas dasar itu, Anak mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah,” tutur dia.

Untuk diketahui, terdapat tujuh bom rakitan aktif yang dibawa F, pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Henik Maryanto menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan ledakan terjadi di dua titik, yakni area masjid sekolah serta bank sampah.

“TKP masjid sekolah ditemukan dua bekas ledakan bom rakitan beserta sejumlah barang bukti seperti serpihan plastik, dua crater atau kawah ledak yang kami temukan, paku, potongan tas, serta komponen elektronik seperti switching rocker," ujar Henik dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga :
Dirjen Migas Kawal Upaya Pemulihan Blok Rokan Usai Ledakan Pipa Gas TGI
Ledakan Gegerkan Kantor Rockstar North, GTA 6 Terancam Ditunda Lagi?
OJK Serahkan ke Asosiasi Urusan Sertifikasi Kompetensi di Industri Perasuransian

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alex Indra Lukman Desak GPM dan BPNT 2026 Perhatikan Korban Bencana dan Daerah 3T
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
BPTD Sultra dan KSOP Kendari perketat aturan STID truk kontainer
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Metro Akhirnya Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono, Catat Harinya!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Top! Perwira Pertamina Pimpin Tim Pengembangan Aset Migas di Aljazair
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Danantara Pacu Pabrik Slab Krakatau Steel (KRAS), Tekan Impor Baja
• 16 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.