Tragedi Siswa di NTT, Mensesneg: Ini "Warning" untuk Tumbuhkan Kepedulian Sosial

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial setelah adanya peristiwa anak SD bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena tidak mampu membeli pena dan buku.

"Tidak kalah pentingnya juga ini juga alarm, warning buat kita untuk sekali lagi mari kita menumbuhkan rasa kepedulian sosial di antara kita semua gitu," kata Prasetyo, di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Rasa kepedulian itu, kata Prasetyo, dapat ditumbuhkan dalam bentuk perhatian dan bantuan antar keluarga yang mampu kepada keluarga yang kurang mampu.

"Mungkin program kepedulian itu bisa diwujudkan dalam bentuk misalnya orangtua angkat atau ada keluarga yang lebih mampu untuk memperhatikan keluarga yang kurang mampu dan seterusnya dan seterusnya. Ini yang harus kita dorong," kata dia.

Baca juga: Istana Prihatin atas Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri

Prasetyo menuturkan, pemerintah ikut prihatin dengan peristiwa meninggalnya korban yang baru berusia 10 tahun.

"Terus terang saja kita sangat prihatin dengan adanya kejadian yang menimpa adik kita," ujar Prasetyo.

Ia menegaskan, peristiwa memilukan ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk memastikan hal serupa tidak lagi terjadi di masa depan.

"Mari kita menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan pembelajaran yang sangat keras kepada kita untuk ke depan memastikan hal-hal yang seperti ini tidak terjadi kembali," tutur dia.

Baca juga: Prabowo Soroti Kasus Anak SD di NTT Bunuh Diri, Minta Jangan sampai Terulang Lagi

Prasetyo mengatakan, permasalahan ekonomi menjadi atensi pemerintah yang sampai saat ini masih mencari cara untuk memastikan masyarakat yang berada di garis kemiskinan bisa ditingkatkan.

Karena itu, Prasetyo menyinggung soal pembentukan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk mengupayakan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) naik kelas.

"Kita juga ingin menghendaki bahwa ada satu tahapan untuk masyarakat kita yang selama ini menerima bantuan-bantuan sosial dari pemerintah pada akhirnya kita ingin juga naik kelas,” kata Prasetyo.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Baca juga: Anak SD Bunuh Diri di NTT, Atalia: Kemiskinan Berdampak pada Psikologis Anak

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Medco Energi (MEDC) Raih Dana Segar Rp 800 M dari ICBC, Ini Tujuan Penggunaannya
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pramono Siapkan 20 Bus Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Lowongan Kerja di MBG 5 Februari 2026, Ada Posisi Chef hingga Akuntan: Gaji Mulai dari Rp4,5 Juta
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Gubernur Khofifah Absen di Sidang Korupsi Dana Hibah Hari Ini
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Berkah melalui Kue Keranjang Setiap Imlek Menjelang
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.