Adbinsure (YOII) Ungkap Indikasi Rasio Rights Issue

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue.

PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) berencana melaksanakan rights issue dengan indikasi rasio 1:5. (Foto: iNews Media/Aldhi Chandra)

IDXChannel - PT Asuransi Digital Bersama Tbk atau Adbinsure (YOII) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memenuhi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal modal minimum perusahaan asuransi.

Direktur Utama Adbinsure, Adi Wibowo Adisaputro mengungkapkan, indikasi rasio PMHMETD yang akan dilakukan perseroan yakni 5:1. 

Baca Juga:
Dapen Bank Jateng Terus Lego Saham Adbinsure (YOII) Jelang Rights Issue

"Di mana setiap lima saham lama yang dimiliki oleh pemegang saham memberikan hak untuk membeli 1 saham baru yang diterbitkan oleh perseroan dalam rangka PMHMETD," katanya dalam surat kepada BEI, Kamis (5/2/2026).

Dalam keterbukaan informasi awal, YOII bakal menerbitkan maksimal 684,9 juta saham dalam PMHMETD tersebut dengan nilai nominal. Jumlah saham yang diterbitkan tersebut berpotensi menciptakan dilusi maksimal 16,67 persen bagi pemegang saham lama yang tidak ikut ambil bagian.

Baca Juga:
YOII Umumkan Rights Issue demi Penuhi Aturan Modal OJK, RUPSLB Digelar Maret 2026

Adi juga menambahkan, hingga saat ini, perseroan belum dapat memperkirakan harga pelaksanaan (exercise) untuk rights tersebut. Harga final baru akan diumumkan bersamaan dengan Pernyataan Pendaftaran OJK dan prospektus yang sebelumnya ditargetkan terbit pada Jumat (6/2/2026).

Sejalan dengan belum adanya perkiraan harga pelaksnaan, perseroan juga belum dapat mengumumkan potensi dana yang akan diperoleh dalam rights issue tersebut. Selain itu, perseroan juga memastikan tidak akan ada waran yang menyertai pelaksanaan rights issue.

Secara garis besar, dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja. Di antaranya biaya marketing untuk mendukung strategi usaha, distribusi produk, dan brand awareness, serta pengembangan IT seperti data center, data analytics, dan ecosystem integration dan pengembangan SDM.

Sebagai informasi, rencana Adbinsure menggelar rights issue erat kaitannya dengan Peraturan OJK 23/2023. Dalam beleid itu, perusahaan asuransi wajib memiliki ekuitas minimal Rp250 miliar untuk konvensional dan Rp100 miliar untuk syariah pada akhir 2026. Kemudian pada 2028, asuransi konvensional harus memiliki modal Rp1 triliun dan asuransi syariah Rp500 miliar. 

Hingga 30 September 2025, ekuitas YOII baru mencapai Rp201 miliar. Sementara laba bersih perseroan sepanjang 2024 tercatat Rp16 miliar dan untuk periode Januari-September 2025 sebesar Rp19 miliar.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Listrik di Ukraina Padam Usai Serangan Rusia, Ribuan Orang Kedinginan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sederet Pengerek Ekonomi RI 2025: Belanja Online Naik-Masyarakat Jalan-jalan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Eala tundukkan Sasnovich untuk lolos ke perempat final Abu Dhabi Open
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Angkat Bicara Soal Pejabat Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK: Ini Shock Therapy 
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Terima Audiensi MTCI, Wapres Gibran Dorong Kurikulum Robotik Masuk SLB dan Pesantren
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.