Beijing (ANTARA) - China mencatat terobosan besar dalam teknologi penyimpanan energi udara terkompresi (compressed air energy storage/CAES) setelah sebuah tim engineering berhasil mengembangkan kompresor CAES paling kuat di dunia, demikian disampaikan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) pada Kamis (5/2).
Kompresor tersebut dikembangkan oleh Institute of Engineering Thermophysics (IET) yang berada di bawah naungan CAS bersama Zhong Chu Guo Neng (Beijing) Technology Co., Ltd. Kompresor ini merupakan komponen penting dari sistem CAES, dengan udara akan dipompa ke ruang penyimpanan bawah tanah saat permintaan listrik rendah, sementara udara terkompresi akan dilepaskan untuk menghasilkan listrik pada saat permintaan listrik mencapai puncak.
Hasil pengujian menunjukkan kompresor tersebut mencapai tekanan buang maksimum sebesar 10,1 MPa dan output daya puncak mencapai 101 MW. Kompresor ini beroperasi dalam rentang beban yang luas, dari 38,7 persen hingga 118,4 persen, serta mencapai efisiensi 88,1 persen pada tekanan buang maksimum, yang merepresentasikan tingkat kinerja terdepan secara global.
Menurut CAS, ini merupakan kompresor CAES pertama di dunia dengan daya unit tunggal melampaui 100 MW. Dibandingkan kompresor CAES yang ada saat ini, sistem baru tersebut menghasilkan output daya lebih dari dua kali lipat sekaligus menurunkan biaya unit secara signifikan. Sistem ini juga menonjol berkat efisiensi tinggi, kapabilitas tekanan tinggi, serta rentang pengoperasian yang luas.
China mempercepat pengembangan teknologi penyimpanan energi sebagai langkah kunci untuk membuka potensi penuh energi terbarukan. Sistem penyimpanan energi dapat membantu menstabilkan output yang bersifat intermiten dari pembangkit listrik tenaga fotovoltaik atau tenaga bayu, sehingga memungkinkan porsi energi terbarukan yang lebih besar dapat diintegrasikan ke dalam jaringan listrik.
Kompresor tersebut dikembangkan oleh Institute of Engineering Thermophysics (IET) yang berada di bawah naungan CAS bersama Zhong Chu Guo Neng (Beijing) Technology Co., Ltd. Kompresor ini merupakan komponen penting dari sistem CAES, dengan udara akan dipompa ke ruang penyimpanan bawah tanah saat permintaan listrik rendah, sementara udara terkompresi akan dilepaskan untuk menghasilkan listrik pada saat permintaan listrik mencapai puncak.
Hasil pengujian menunjukkan kompresor tersebut mencapai tekanan buang maksimum sebesar 10,1 MPa dan output daya puncak mencapai 101 MW. Kompresor ini beroperasi dalam rentang beban yang luas, dari 38,7 persen hingga 118,4 persen, serta mencapai efisiensi 88,1 persen pada tekanan buang maksimum, yang merepresentasikan tingkat kinerja terdepan secara global.
Menurut CAS, ini merupakan kompresor CAES pertama di dunia dengan daya unit tunggal melampaui 100 MW. Dibandingkan kompresor CAES yang ada saat ini, sistem baru tersebut menghasilkan output daya lebih dari dua kali lipat sekaligus menurunkan biaya unit secara signifikan. Sistem ini juga menonjol berkat efisiensi tinggi, kapabilitas tekanan tinggi, serta rentang pengoperasian yang luas.
China mempercepat pengembangan teknologi penyimpanan energi sebagai langkah kunci untuk membuka potensi penuh energi terbarukan. Sistem penyimpanan energi dapat membantu menstabilkan output yang bersifat intermiten dari pembangkit listrik tenaga fotovoltaik atau tenaga bayu, sehingga memungkinkan porsi energi terbarukan yang lebih besar dapat diintegrasikan ke dalam jaringan listrik.





