Normalisasi Ciliwung, Bangunan di Bantaran Kali Mulai Dibongkar

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur melakukan pembongkaran bangunan di wilayah Cawang, Kramat Jati, sebagai bagian dari program normalisasi Kali Ciliwung. Proses pembongkaran dilakukan setelah melalui pembebasan lahan.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @sudinsdajakartatimur pada Kamis (5/2/2026). Dalam keterangannya, pembongkaran dilakukan di Jalan Taman Harapan RT 004 RW 03, Kelurahan Cawang.

"Kegiatan pembongkaran bangunan di beberapa titik wilayah ini merupakan bagian dari normalisasi Kali Ciliwung," tulis Sudin SDA Jakarta Timur.

Baca juga: Pramono Kaji Pembangunan Flyover di Daan Mogot untuk Atasi Banjir-Macet

Normalisasi dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sungai dan meningkatkan kapasitas aliran air. Upaya ini juga ditujukan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan sekitar aliran Kali Ciliwung.

Selain itu, penataan bantaran sungai diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan aman bagi masyarakat.

Sudin SDA Jakarta Timur juga mengajak warga mendukung proses normalisasi yang sedang berjalan. Masyarakat diimbau ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai agar manfaat program pengendalian banjir bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mulai melanjutkan kembali proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang sempat terhenti sejak 2017. Normalisasi ini ditargetkan mampu mengurangi hingga 40 persen potensi banjir di Jakarta.

Baca juga: Pramono Bakal Pasang 3 Pompa Stasioner Atasi Banjir di Daan Mogot

Hal tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Jakarta Timur, Kamis (29/1). Dia menegaskan, normalisasi Ciliwung menjadi salah satu kunci utama pengendalian banjir di Ibu Kota.

"Normalisasi Sungai Ciliwung ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Ini sempat terhenti sejak 2017 dan sekarang kita lanjutkan kembali," kata Pramono.




(bel/idn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eksportir Kriya Waswas Efek Tarif Trump, Cari Pasar Selain AS
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Tangkap 12 Pegawai Bea Cukai saat OTT Kasus Importasi Barang
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Carabao Cup: Langkahi Newcastle, City Tantang Arsenal di Final
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Menanti Dampak Perombakan Skuad Persis di Putaran Kedua: Tujuh Pemain Asing Out, Sang Top Scorer Menyusul?
• 23 jam lalubola.com
thumb
DKI Terima Fasos-Fasum Senilai Rp 1,36 Triliun, 32 Persen Pengembang Belum Penuhi Kewajiban
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.