JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan melayani terminal utama di kawasan bandara.
Layanan ini ditargetkan mulai beroperasi sebelum Idulfitri 2026 untuk mendukung mobilitas warga dan penumpang penerbangan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pengoperasian rute Blok M–Soetta akan dilakukan melalui kerja sama PT TransJakarta dengan PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga: Rute Transjabodetabek Blok M– Bandara Soetta Beroperasi Sebelum Lebaran
“Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal. Terminal 1A, 1B, dan pokoknya ada tiga. Tiga terminal yang akan diberhentikan. Terminal 3. Jadi satu gitu,” ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pramono menyebutkan, Pemprov DKI menargetkan rute Blok M–Soetta mulai beroperasi pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Target ini ditetapkan agar layanan tersebut sudah bisa dimanfaatkan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
“Saya sudah meminta supaya sebelum Idulfitri, trayek ini sudah harus dibuka. Mudah-mudahan di minggu keempat Februari atau awal Maret sudah bisa kami buka,” ujarnya.
Menurut Pramono, layanan Transjabodetabek ini tidak hanya menyasar warga Jakarta dan wilayah sekitarnya, tetapi juga penumpang mancanegara yang datang dan berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendukung, khususnya halte.
Ia mengakui, hingga saat ini masih diperlukan pembangunan dan perbaikan halte, terutama di luar wilayah administrasi Jakarta. Namun, khusus untuk rute menuju Bandara Soekarno-Hatta, Pramono memastikan pembangunan halte pendukung menjadi prioritas.
“Untuk ke Soekarno-Hatta, karena ini wajah Jakarta dan wajah Indonesia, saya sudah memerintahkan halte-haltenya dibangun sampai kemudian beroperasi secara normal,” ujarnya.
Baca juga: Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta Rp 2.000- 3.500
Pada tahap awal operasional, rute Blok M–Soetta akan dilayani oleh 20 unit bus TransJakarta. Jumlah armada tersebut akan dievaluasi dan berpotensi ditambah sesuai dengan tingkat kebutuhan dan respons masyarakat.
Pramono memperkirakan, layanan Transjabodetabek rute Blok M–Soetta akan melayani sekitar 1.950 hingga 2.000 penumpang per hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



