Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan mengakui keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter spesialis dasar, masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) yang menjadi program prioritas pemerintah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari total 66 rumah sakit yang ditargetkan, saat ini baru sekitar 30 rumah sakit yang memenuhi standar tujuh dokter spesialis dasar.
“Masalah utama kita sebenarnya bukan di gedung atau alat, tapi di orangnya. Rumah sakit tipe C membutuhkan tujuh dokter spesialis dasar, dan itu belum semuanya terpenuhi,” ujar Budi dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Tujuh dokter spesialis dasar tersebut meliputi spesialis anak, obstetri dan ginekologi, bedah, anestesi, radiologi, patologi klinik, serta penyakit dalam.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Kemenkes menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, pemerintah akan menugaskan dokter spesialis melalui Program Penugasan Dokter Spesialis (PGDS) dengan pemberian insentif tambahan, serta penugasan tenaga medis dari rumah sakit milik Kemenkes untuk mengisi kebutuhan layanan dasar.
Sementara itu, dalam jangka panjang, Kemenkes memprioritaskan putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based), agar setelah lulus dapat kembali dan menetap di daerah asal.
“Kalau bukan putra-putri daerah, biasanya setelah beberapa tahun mereka akan kembali ke kota asal. Karena itu, strategi terbaik adalah menyiapkan dokter spesialis dari daerah itu sendiri,” jelas Budi.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti menambahkan, untuk tahap awal terdapat 10 rumah sakit yang telah dipetakan dan dipastikan siap beroperasi dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah akan memberikan insentif tambahan di luar insentif dari pusat, termasuk penyediaan perumahan dan transportasi bagi dokter,” kata Yuli.
Selain penugasan khusus, Kemenkes juga menyiapkan skema residency deploy serta penugasan dari rumah sakit pusat guna memastikan seluruh rumah sakit yang dibangun dapat beroperasi optimal.
Editor: Redaktur TVRINews




