jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menargetkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama Ramadan 2026 M/1447 H sebesar Rp 515 miliar.
Ketua BAZNAS KH. Noor Achmad mengatakan, target tersebut merupakan upaya memperluas manfaat zakat bagi mustahik di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 sebesar Rp50 Ribu per Jiwa
Menurutnya, peningkatan target didorong oleh tren positif kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, khususnya pada momentum Ramadan.
“Target Rp515 miliar itu hanya untuk BAZNAS RI pusat. Kontribusi besar kami proyeksikan berasal dari perusahaan yang semakin berkomitmen menyalurkan zakat melalui BAZNAS,” ujar Kiai Noor, dalam keterangannya, Kamis (5/2).
BACA JUGA: BAZNAS Siapkan 29 Program Ramadan untuk Sejahterakan Mustahik
Dia menilai, meski terbilang berani, target tersebut memiliki landasan yang kuat.
Kiai Noor menegaskan, zakat tidak hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga kekuatan kolektif umat dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.
BACA JUGA: BAZNAS Borong 7 Penghargaan di Indonesia Fundraising Award 2026
Dia berharap partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui BAZNAS terus meningkat selama Ramadan.
Dana ZIS yang terhimpun, lanjutnya, akan dikelola secara amanah dan profesional. Dana tersebut akan disalurkan melalui berbagai program, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan bencana.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan mengatakan, pencapaian target akan didorong melalui peningkatan kualitas layanan kepada muzaki.
BAZNAS memperkuat kanal pembayaran zakat melalui platform digital, kerja sama perbankan, serta layanan konvensional.
Selain penguatan digital, BAZNAS juga memperluas layanan jemput zakat dan membuka gerai di titik-titik strategis, termasuk pusat perbelanjaan.
Rizaludin menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana dengan berpegang pada prinsip 3A, yakni aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


