Liputan6.com, Jakarta - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mengembangkan model pembelajaran sains berbasis data yang dipadukan dengan kegiatan kewirausahaan (edupreneurship) melalui budi daya tanaman hidroponik.
Kepala SATP Sonianto Kuddi mengatakan, program tersebut memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan berbasis data membantu siswa memahami proses ilmiah secara lebih sistematis.
Advertisement
"Anak-anak belajar bahwa setiap informasi harus didasarkan pada data, sehingga mereka tidak mudah percaya tanpa bukti," kata Sonianto, melansir Antara, Rabu (4/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, siswa dibekali keterampilan riset dasar melalui pengamatan langsung terhadap pertumbuhan tanaman hidroponik.
Proses pembelajaran mencakup pendataan jumlah daun, pengukuran tinggi tanaman, hingga pencatatan durasi pertumbuhan, yang selanjutnya diolah ke dalam tabel dan grafik sebagai bahan analisis serta dasar penyusunan kesimpulan.
"Pembelajaran sains berbasis data tersebut dipadukan dengan program edupreneurship yang dikelola melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Edupreneur SATP," ucap Sonianto.
Siswa juga mendapatkan pembekalan keterampilan kewirausahaan, mulai dari menghitung modal, memperkirakan waktu panen, hingga menilai potensi keuntungan dan risiko usaha.
"UPT Edupreneur sudah berjalan dua tahun dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp200 juta. Dana itu dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan lomba sains tingkat kabupaten serta keberangkatan siswa mengikuti kompetisi di Jakarta dan Yogyakarta," terang Sonianto.




