Grid.ID - Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan membutuhkan perhatian ekstra, terutama bagi penderita GERD (gastroesophageal reflux disease). Pola makan dan kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat dapat memicu naiknya asam lambung.
Agar puasa tetap lancar dan nyaman, berikut sejumlah hal yang perlu dihindari oleh penderita GERD selama Ramadan 2026.
1. Makan Terlalu Cepat Saat Berbuka
Rasa lapar setelah seharian berpuasa kerap membuat seseorang makan dengan tergesa-gesa. Padahal, kebiasaan ini dapat memperparah gejala GERD. Mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh sangat dianjurkan agar proses pencernaan berjalan optimal.
Idealnya, makanan dikunyah puluhan kali hingga teksturnya lebih halus. Selain itu, memotong makanan menjadi ukuran kecil juga dapat membantu meringankan kerja lambung sehingga risiko refluks asam dapat ditekan.
2. Langsung Rebahan Usai Makan
Banyak orang merasa lemas setelah berbuka dan memilih langsung berbaring. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari, khususnya oleh penderita GERD. Posisi tubuh yang tegak membantu makanan turun dengan bantuan gravitasi dan mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
Disarankan untuk tetap duduk atau berdiri selama satu hingga dua jam setelah makan. Jika memungkinkan, lakukan aktivitas ringan seperti membereskan meja makan, mencuci peralatan makan, atau berjalan santai di sekitar rumah.
3. Mengabaikan Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan merupakan faktor penting dalam mengendalikan gejala GERD. Pada banyak kasus, penurunan berat badan terbukti mampu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan refluks asam lambung.
Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada area perut dan lambung, sehingga memicu asam lambung naik. Karena itu, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu kunci penting bagi penderita gangguan lambung, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
4. Makan dan Minum Berlebihan
Lambung memiliki katup alami yang berfungsi mencegah makanan dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada penderita GERD, katup ini sering kali melemah. Jika lambung terisi terlalu penuh, risiko refluks akan semakin besar.
Saat berbuka maupun sahur, penderita GERD dianjurkan makan secara bertahap dengan porsi secukupnya. Tidak hanya makanan, asupan cairan juga perlu dibatasi agar lambung tidak terlalu penuh dalam satu waktu.
5. Mengenakan Pakaian Terlalu Ketat
Pakaian yang menekan area perut dan ulu hati dapat memperburuk gejala GERD. Tekanan dari luar berpotensi mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
Oleh karena itu, pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman saat berpuasa. Jika menggunakan ikat pinggang, sebaiknya dilonggarkan terutama saat makan agar tidak menghambat proses pencernaan. Itulah beberapa tips yang perlu dihindari oleh penderita GERD yang bisa dilakukan saat bulan Ramadan. (*)
Artikel Asli



