Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI kini mulai memengaruhi metode pengajaran di berbagai institusi pendidikan. Teknologi ini membuka peluang bagi guru untuk menyampaikan materi dengan pendekatan yang lebih interaktif dan responsif terhadap gaya belajar siswa.
Transformasi tersebut terjadi seiring meningkatnya permintaan sistem pendidikan yang mampu mengikuti dinamika era digital. Pendidikan modern kini tidak hanya menuntut penyampaian konten, tetapi juga keterlibatan siswa dalam proses belajar yang bersifat lebih imersif.
Salah satu manifestasi perubahan ini terlihat pada perangkat yang kini hadir dengan kemampuan AI terintegrasi secara langsung. Display interaktif ukuran besar yang menggabungkan sistem AI on-device mulai digunakan di sejumlah ruang kelas untuk meningkatkan pengalaman belajar mengajar.
Perangkat seperti BenQ Board RP05 dan BenQ Board RM05 adalah contoh layar interaktif berukuran besar yang kini mengadopsi true on-device AI. Perangkat ini dilengkapi fitur seperti pengenalan tulisan tangan, respons gesture, hingga kemampuan real-time yang tidak bergantung pada koneksi cloud untuk input dasar.
Kemampuan AI di perangkat seperti RP05 dan RM05 menjadikan papan interaktif tersebut lebih responsif terhadap aktivitas di depan layar. Fitur pengenalan tulisan tangan dan gesture yang diproses langsung oleh unit pemrosesan neural (NPU) memungkinkan guru dan siswa berinteraksi dengan materi tanpa perlu beralih ke berbagai aplikasi tambahan.
Selain aspek interaksi, kemampuan AI juga berpotensi memberikan wawasan tentang pola belajar siswa. Ketika siswa berinteraksi dengan perangkat secara langsung, sistem dapat membantu mengidentifikasi area materi yang lebih mudah atau lebih menantang dipahami, yang nanti dapat dijadikan acuan guru dalam metode pengajaran lebih lanjut.
Perubahan ini juga didukung oleh infrastruktur digital berbasis komputasi awan untuk penyimpanan dan manajemen data. Integrasi cloud memungkinkan pembaruan sistem, pemantauan perangkat, serta sinkronisasi materi tanpa perlu intervensi manual di setiap unit perangkat.
Meski membawa banyak potensi, penerapan AI di ruang kelas tetap menghadapi beberapa tantangan. Guru dan tenaga pendidik perlu mempelajari cara memanfaatkan teknologi ini secara optimal agar perubahan metode pengajaran benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas belajar.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5375892/original/089800500_1759985632-Pramono_Anung_soal_DBH_Dipangkas.jpeg)

