Dubes Pakistan sayangkan isu Kashmir belum terselesaikan

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyayangkan bahwa isu Kashmir yang sudah berlangsung selama tujuh dekade hingga kini masih belum terselesaikan.

"Sangat disayangkan isu Kashmir yang sudah berlangsung selama 70 tahun masih belum menemukan solusinya. Ini menjadi tugas besar bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikannya," kata Dubes Chaudhri pada acara Hari Solidaritas Kashmir yang digelar Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Kamis.

Dubes mengatakan Kashmir bukan hanya sekadar tanah, sumber air krusial atau posisi strategis, tetapi Khasmir adalah tentang rakyat Khasmir. "Bagi Pakistan, Kashmir adalah tentang orang-orang Kashmir itu sendiri," ucapnya.

Menurut Chaudhri, setiap kali Pakistan akan menyelesaikan isu Kashmir, India selalu mengganggu baik melalui PBB maupun resolusi.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian isu Kashmir juga memiliki dimensi dari Asia dan Asia tenggara, oleh karenanya ia percaya bahwa keterlibatan Asia Tenggara dapat membantu menyelesaikan isu Kashmir.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, melalui pesannya yang dibacakan pada acara tersebut mengatakan sengketa Jammu dan Kashmir masih menjadi salah satu sengketa tertua yang belum terselesaikan dalam agenda PBB.

Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, sejumlah resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB telah menetapkan status sengketa wilayah Jammu dan Kashmir seraya memutuskan bahwa penyelesaian akhirnya harus dilakukan sesuai dengan kehendak rakyat Kashmir, yang diungkapkan melalui plebisit yang adil dan tidak memihak.

"Namun, selama hampir delapan dekade, hak fundamental rakyat Kashmir terhalang oleh penolakan keras India," katanya.

PM mengaku menjadi pendukung kuat hak penentuan nasib sendiri rakyat Kashmir di setiap forum internasional termasuk di Majelis Umum PBB.

"Pada Hari Solidaritas Kashmir, Pakistan menegaskan dukungan moral, diplomatik, dan politik penuh bagi perjuangan rakyat Kashmir hingga mereka memperoleh hak penentuan nasib sendiri melalui plebisit yang bebas dan tidak memihak, sebagaimana dijanjikan kepada mereka di bawah naungan PBB," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tragedi Siswa SD di NTT, Firda Riwu Kore Dorong Evaluasi dan Penguatan Perlindungan Anak
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Perayaan Womenpreneurs di INACRAFT 2026 Resmi Dibuka
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Megawati Usul PBB Segera Buat Hukum Internasional soal AI
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Kepentingan Nasional Tak Dikorbankan dalam Kebijakan Luar Negeri
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Tanda Jasa bagi Reno Si Anjing K9 Polda Riau yang Gugur di Sumbar
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.