VIVA –Membicarakan cedera di area intim pria memang bukan topik yang umum dibahas di masyarakat. Namun, penting bagi kita untuk memahami jenis-jenis cedera yang mungkin terjadi pada organ intim. Dengan mengetahui jenis cederanya, kita bisa lebih siap mengantisipasinya.
Lalu, apa saja cedera tersebut dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut rangkumannya, dikutip dari laman Men’s Health, Jumat, 6 Februari 2026.
1. Patah Penis
Patah penis memang terdengar aneh karena penis tidak punya tulang yang bisa patah. Namun yang rusak adalah lapisan luar jaringan ereksi, atau yang disebut tunica albuginea. Cedera ini biasanya terjadi saat penis ereksi mengalami tekukan tiba-tiba dan kuat, disertai rasa sakit langsung, suara “pop”, serta pembengkakan atau memar yang terlihat. Kadang penis bisa membengkak dan berubah ungu, yang oleh urolog disebut deformitas terong.
Penyebab paling umum adalah posisi saat berhubungan intim yang membuat kontrol ritme atau kecepatan sulit, sehingga penis ereksi tak sengaja menabrak benda keras dan biasanya tulang panggul. Posisi yang paling rawan antara lain doggy style, missionary, dan reverse cowgirl.
Jadi, pelajarannya? Perhatikan ritme dan kecepatan saat berhubungan. Jika sampai mengalami patah penis, jangan tunda. Segera ke UGD. Ini adalah keadaan darurat bedah, dan penanganan cepat bisa mencegah komplikasi seperti disfungsi ereksi atau penis melengkung permanen.
2. Penis Terjepit
Masalah umum lain adalah penis terjepit, misalnya karena benda yang dipasang di penis. Ini terjadi saat orang menggunakan benda yang tidak dirancang untuk itu misalnya ikat rambut, karet gelang, atau benda sehari-hari lain.
Biasanya hal ini terjadi karena rasa penasaran seksual dan tidak memiliki cock ring atau alat pengikat penis yang aman. Masalahnya, benda pengganti ini bisa tersangkut, membuat penis bengkak, dan sulit dilepas. Jika dibiarkan terlalu lama bahkan beberapa jam saja aliran darah bisa terhenti, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan atau bahkan gangren jika tidak segera ditangani.
Pelajarannya? Gunakan produk aman untuk tubuh yang memang dibuat untuk aktivitas seksual, dan mudah dilepas. Jika aliran darah terhenti, segera ke rumah sakit. Dokter bisa melepas benda tersebut dengan aman sebelum kerusakan permanen terjadi.




