jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja, 10, di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kedatangan tim kementerian ini sebagai bentuk empati sekaligus komitmen terhadap perlindungan psikososial murid.
BACA JUGA: Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Wakil Ketua MPR Tekankan Pentingnya Pendataan Warga Miskin
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta pada Kamis menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Yohanes.
Ia menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
BACA JUGA: Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Waka MPR Soroti Perlindungan Sosial Bagi Warga Miskin
“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja. Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.
Ia mengatakan Kemendikdasmen berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.
BACA JUGA: Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT, Atalia Praratya DPR Dorong Penguatan Sekolah Rakyat
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman).
Dominikus mewakili pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat yang diberikan oleh pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” kata Dominikus.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




