Jakarta, tvOnenews.com - Luciano Spalletti tak berusaha menutupi rasa kecewanya setelah Juventus harus angkat kaki dari ajang Coppa Italia, Jumat (06/02/2025). Kekalahan telak 0-3 dari Atalanta di Bergamo menjadi pukulan telak bagi Bianconeri yang sejatinya datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Hasil tersebut terasa kian menyakitkan mengingat Juventus sebelumnya tengah berada dalam tren positif. Namun, laga perempat final ini justru menelanjangi celah besar tim dalam pengambilan keputusan di momen-momen krusial.
Spalletti menilai Atalanta tampil jauh lebih siap ketika pertandingan memasuki fase penentuan. Menurutnya, perbedaan paling mencolok bukan terletak pada statistik penguasaan bola, melainkan ketepatan dan kecerdasan dalam membaca situasi di lapangan.
Dalam pandangan pelatih asal Italia itu, Juventus kerap terlihat ragu saat dituntut mengambil pilihan cepat. Keraguan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Atalanta untuk menekan dan mematikan ritme permainan tim tamu.
“Mereka lebih baik dari kami di momen-momen penentu,” ujar Spalletti dilansir dari Sport Mediaset. Ia menegaskan bahwa kesalahan memilih solusi di bawah tekanan menjadi faktor pembeda utama di laga tersebut.
Secara spesifik, Spalletti menyoroti beberapa momen di mana Juventus seharusnya bisa memaksimalkan ruang, namun justru mengambil langkah yang kurang efektif. Kesalahan-kesalahan elementer ini dinilai membuang peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga.
“Ada situasi dua lawan satu yang bisa dimanfaatkan, tetapi kami malah membawa bola ke area yang tidak berbahaya. Kami kurang pengalaman dalam mengenali momen-momen seperti itu,” ungkap Spalletti dengan nada kritis.
Ia menilai masalah ini bukan semata soal taktik, melainkan juga karakter dan ketenangan pemain saat menghadapi tekanan tinggi. Ketajaman insting dan kejernihan berpikir di sepertiga akhir lapangan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuadnya.
Spalletti pun tak segan memberikan kredit kepada pelatih lawan, Raffaele Palladino. Menurutnya, kemenangan Atalanta adalah buah dari kematangan struktur tim dan identitas permainan yang dieksekusi tanpa keraguan.
Di sisi lain, Spalletti melihat Juventus masih kerap terjebak dalam pola lama. Dominasi permainan yang coba dibangun tidak selalu diiringi keberanian mengambil risiko yang terukur pada saat yang tepat.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924331/original/039059000_1724241943-WhatsApp_Image_2024-08-21_at_18.50.47_5fa38573.jpg)

