SpaceX Akuisisi xAI, Elon Musk Siap Bangun Data Center AI di Luar Angkasa

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

SpaceX resmi mengakuisisi startup kecerdasan buatan (AI), xAI, dua perusahaan yang sama-sama dimiliki oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk. Langkah ini melahirkan perusahaan swasta dengan valuasi terbesar di dunia.

Elon Musk, yang juga menjabat CEO SpaceX, menjelaskan dalam sebuah memo yang dipublikasikan di situs resmi SpaceX bahwa penggabungan ini sebagian besar didorong oleh ambisinya membangun data center (pusat data) berbasis AI di luar angkasa, sebuah gagasan yang dalam beberapa bulan terakhir semakin menjadi fokusnya.

“Perkembangan AI saat ini bergantung pada pusat data besar di darat yang membutuhkan daya listrik dan sistem pendinginan dalam jumlah masif. Permintaan listrik global untuk AI tidak mungkin dipenuhi hanya dengan solusi terestrial, bahkan dalam waktu dekat, tanpa menimbulkan beban bagi masyarakat dan lingkungan,” tulis Musk dalam pernyataan resmi.

Menurut laporan Bloomberg yang pertama kali mengungkap kesepakatan ini, valuasi gabungan SpaceX dan xAI mencapai 1,25 triliun dolar AS. SpaceX disebut tengah menyiapkan penawaran saham perdana (IPO) paling cepat pada Juni tahun ini, meski Musk tidak menyinggung rencana tersebut dalam memonya sehingga dampak merger terhadap jadwal IPO masih belum jelas.

Akuisisi ini menyatukan dua perusahaan Musk yang sama-sama menghadapi tantangan finansial. xAI dilaporkan telah menghabiskan kas sekitar 1 miliar dolar AS per bulan, sedangkan SpaceX disebut memperoleh hingga 80 persen pendapatannya dari peluncuran satelit Starlink miliknya.

Pada tahun lalu, xAI juga mengakuisisi X, perusahaan media sosial yang juga dimiliki Musk, dengan klaim valuasi gabungan mencapai 113 miliar dolar AS.

Musk menyebut pembangunan data center di luar angkasa akan membutuhkan aliran satelit yang konstan, meski ia tidak merinci jumlahnya. Skema ini berpotensi menciptakan aliran pendapatan jangka panjang bagi SpaceX, terutama karena satelit wajib dikeluarkan dari orbit setiap lima tahun sesuai aturan Komisi Komunikasi Federal AS (FCC).

Meski pusat data di luar angkasa menjadi tujuan jangka panjang, fokus jangka pendek SpaceX dan xAI saat ini sangat berbeda. SpaceX tengah berupaya membuktikan kemampuan roket Starship untuk membawa astronaut ke Bulan dan Mars, sementara xAI sedang bersaing langsung dengan raksasa AI seperti Google dan OpenAI.

Tekanan kompetisi tersebut mendorong perubahan kebijakan di xAI. The Washington Post melaporkan Musk melonggarkan pembatasan pada chatbot Grok, yang kemudian berkontribusi pada penyalahgunaan Grok untuk membuat konten seksual nonkonsensual.

Selain SpaceX dan xAI, Musk juga memimpin Tesla, The Boring Company, dan Neuralink. Tesla dan SpaceX sebelumnya masing-masing telah menanamkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS ke xAI, menegaskan strategi Musk untuk mengintegrasikan bisnis antariksa, AI, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem besar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sutanto Hartono Paparkan Data: Di Indonesia, Konten Lokal Tetap jadi ‘King’
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Bikin geram, oknum debt collector pinjol gunakan orderan fiktif ambulans untuk tagih hutang
• 22 jam lalubrilio.net
thumb
Kemensos Tindak Lanjuti Evaluasi Data Perlindungan Sosial Kasus Siswa SD Di Ngada
• 16 jam lalunarasi.tv
thumb
Sultan B. Najamudin Raih Anugerah Tokoh Inisiator Demokrasi Hijau
• 23 jam laludisway.id
thumb
Media Belanda Sebut Mauro Zijlstra Bisa Jadi Solusi Persija untuk Menyalip Persib di Jalur Juara BRI Super League
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.