TPS di Cilincing Membeludak: Sampah Tumpah ke Jalan, Bau Busuk Teror Warga

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau busuk yang menusuk hidung tercium di jalan sepanjang RW 09, Bulak Cabe, Cilincing, Jakarta Utara.

Bau busuk itu berasal dari tumpukan sampah di TPS Bulak Cabe RW 09, yang membeludak dan berada persis di sisi kanan jalan arah ke Taman Lestari Cilincing.

TPS yang hanya memiliki luas sekitar 6 x 9 meter itu tak lagi mampu menampung sampah warga yang ketinggiannya sudah mencapai dua meter.

Imbasnya, sampah tersebut meluber ke luar TPS dan memotong badan jalan sekitar 1,5 meter. Padahal jalan di lokasi ini lebarnya hanya sekitar empat meter.

Baca juga: Gunungan Sampah di Jalan Raya Serpong Lenyap Saat Menteri LH Berkunjung

Di sisi lain, jalan yang tidak terlalu luas itu setiap harinya ramai dilalui berbagai jenis kendaraan. Mulai dari Jaklingko, sepeda motor, mobil, hingga truk berukuran sedang.

Kendaraan yang melintas di depan TPS ini terpaksa harus bergantian, karena jalan yang tak tertutup sampah hanya bisa dilalui satu kendaraan saja.

Tak heran, bila setiap pagi atau sore hari ketika jam sibuk, jalan di depan TPS ini seringkali mengalami macet panjang.

Meski sudah memotong badan jalan, hampir setiap lima menit sekali, banyak warga yang bergantian membuang sampah di lokasi ini.

Mereka membawa sampah rumah tangganya dengan plastik kresek dan dibawa menggunakan sepeda motor.

Sampah yang menumpuk di TPS ini terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari, bekas makanan, bekas kemasan makanan dan minuman, triplek, kayu, kasur, bantal, sterofoam, hingga batang pohon pun ada di tempat pembuangan ini.

Bukan hanya menumpuk, sampah-sampah itu juga sering beterbangan ke depan rumah warga dan membuat jalan di sekitarnya menjadi sangat kotor.

Air lindi dari sampah yang menumpuk juga membuat jalan di depan TPS sangat licin dan penuh lumpur yang menghitam.

Baca juga: Warga Gugat Pemkot Tangsel soal Sampah: Kami Ingin Hidup Sehat dan Layak

Dulu tak meluber ke jalan

Pemilik warung es samping TPS, Dewi (52), mengatakan dulu kondisi tempat pembuangan sampah tersebut tidak membeludak dan memotong badan jalan.

"Dulu kondisinya enggak meluber ke jalan, dan rapi," tutur dia saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Sampah itu mulai meluber ke jalan, sejak musim banjir yang belakangan ini sering terjadi di Jakarta.

Dewi mengaku, meski berada persis samping TPS, ia tak terganggu dengan bau busuk dari sampah, karena sudah terbiasa.

Warga yang berada di seberang TPS tersebut lah yang justru sering protes dengan bau sampah.

"Kalau di sini udah enggak lagi terasa bau karena udah terbiasa, yang pada protes justru yang di dekat kelurahan," jelas dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dewi menyadari, keberadaan warungnya di samping TPS yang sampahnya membeludak sangat tidak sehat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PT PAL Pusing, 90% Pesanan Kapal Domestik Dibuat di Luar Negeri
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Cegah Bullying di Sekolah, Polres Probolinggo Kota Edukasi Ratusan Pelajar SMP
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
5 Berita Populer: Ressa Tak Mau Tinggal Bareng Denada; Sule Sentil Teddy
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Penampakan Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Mulyono Kenakan Rompi Tahanan KPK
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.