Pertamina Bidik Tambahan Produksi Minyak 100.000 Barel dari Ladang Tua

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menargetkan tambahan produksi minyak sebesar 100 ribu barel per hari (bph). Beberapa diantaranya melalui optimalisasi lapangan tua dan penerapan teknologi.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan upaya peningkatan produksi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari eksplorasi untuk penemuan cadangan baru hingga pengelolaan lapangan migas yang sudah berusia cukup tua.

"Di Jambi Merang itu kita melihat bahwa ada potensi menuju giant discovery. Kemudian kalau kita lihat yang unconventional juga di Rokan juga besar, tapi unconventional kita masih memiliki tantangan, itu yang cadangan," kata Oki dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jakarta, dikutip Jumat (6/2/2026).


Baca: Kerek Lifting Migas, Pertamina Gelontorkan 70% Capex Untuk Sektor Hulu

Adapun, untuk lapangan yang sudah berusia lanjut, pihaknya mulai menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis injeksi kimia. Program ini telah dimulai sejak Desember lalu di Blok Rokan.

"Itu another milestone yang kita miliki setelah tahun 80-an kita injeksi steam di Duri. Mudah-mudahan nanti di Rokan, di Minas, dengan injeksi chemical ini kita akan menciptakan size yang cukup besar," kata dia.

Ia pun menargetkan dari lapangan-lapangan tua tersebut, Pertamina dapat menyumbang lebih dari 100 ribu bph tambahan produksi minyak. Sehingga hal ini berdampak pada peningkatan lifting nasional.

"Jadi cita-cita kami itu bisa mencapai lebih dari 100 ribu barel per hari Ini dari major fields," ujarnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ini Jurus ESDM Kejar Target Lifting Minyak 610 Ribu Bph di 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bulan Depan, TransJakarta Rute Blok M–Soetta Layani Terminal 1A, 1B, dan 3
• 23 jam lalukompas.com
thumb
OJK Proyeksikan Sektor Keuangan Tumbuh Positif 2026
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Sumardji Kecewa Disanksi FIFA: Dilarang Dampingi Timnas 20 Laga dan Denda Rp324 Juta | KOMPAS MALAM
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Kenali Perbedaan Salmon Wild dan Farmed untuk MPASI Anak, Mana yang Lebih Aman?
• 43 menit lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Ini Motif Akuntan SPPG di Lhokseumawe Rekayasa Uang Rp59 Juta Dibegal
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.