Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menargetkan tambahan produksi minyak sebesar 100 ribu barel per hari (bph). Beberapa diantaranya melalui optimalisasi lapangan tua dan penerapan teknologi.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan upaya peningkatan produksi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari eksplorasi untuk penemuan cadangan baru hingga pengelolaan lapangan migas yang sudah berusia cukup tua.
"Di Jambi Merang itu kita melihat bahwa ada potensi menuju giant discovery. Kemudian kalau kita lihat yang unconventional juga di Rokan juga besar, tapi unconventional kita masih memiliki tantangan, itu yang cadangan," kata Oki dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jakarta, dikutip Jumat (6/2/2026).
Adapun, untuk lapangan yang sudah berusia lanjut, pihaknya mulai menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis injeksi kimia. Program ini telah dimulai sejak Desember lalu di Blok Rokan.
"Itu another milestone yang kita miliki setelah tahun 80-an kita injeksi steam di Duri. Mudah-mudahan nanti di Rokan, di Minas, dengan injeksi chemical ini kita akan menciptakan size yang cukup besar," kata dia.
Ia pun menargetkan dari lapangan-lapangan tua tersebut, Pertamina dapat menyumbang lebih dari 100 ribu bph tambahan produksi minyak. Sehingga hal ini berdampak pada peningkatan lifting nasional.
"Jadi cita-cita kami itu bisa mencapai lebih dari 100 ribu barel per hari Ini dari major fields," ujarnya.
(pgr/pgr)



