Gen Alpha adalah generasi anak yang lahir sekitar tahun 2010 ke atas. Mereka tumbuh di era digital, sehingga akrab dengan banyak hal baru sejak dini, termasuk variasi makanan.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mungkin lebih lekat dengan makanan-makanan instan seperti nugget dan sosis, ternyata studi terbaru mengungkap kini Gen Alpha justru lebih doyan sushi, hidangan khas Jepang.
Menu yang dulu identik dengan orang dewasa ini kini perlahan naik kelas menjadi favorit anak. Bahkan, di beberapa keluarga, sushi sudah menjadi pilihan makan bersama yang dinanti.
Kenapa Gen Alpha Suka Sushi?Laporan The Wall Street Journal edisi Januari 2026 menjelaskan, Gen Alpha disebut saat ini lebih memilih sushi dibanding menu anak pada umumnya seperti pizza, ayam goreng, atau keju panggang.
Salah satu penyebab utamanya adalah paparan sejak dini. Banyak orang tua yang mengenalkan berbagai jenis makanan, termasuk sushi, sejak anak masih kecil. Hal ini membuat anak terbiasa dengan rasa dan tekstur yang beragam, sehingga tidak mudah menolak makanan baru.
Selain rasa, pengalaman makan juga berperan besar. Restoran sushi dengan conveyor belt yang menyajikan piring-piring kecil bergerak dianggap menarik secara visual dan membuat anak merasa makan adalah aktivitas yang menyenangkan.
Seorang koki sushi bernama Corson juga menyebut Gen Alpha tidak memiliki “beban budaya” terhadap ikan mentah seperti generasi sebelumnya. Bagi mereka, ikan mentah bukan hal yang asing. Ditambah lagi, nasi sushi mengandung campuran gula yang membuat rasanya lebih mudah diterima oleh lidah anak.
Aturan Aman Memberikan Sushi pada AnakMeski sushi bisa menjadi pilihan menu yang seru dan bernutrisi, Anda tetap perlu memperhatikan aturannya:
Sushi matang boleh diberikan sejak usia 6 bulan, dengan tekstur disesuaikan (dihaluskan atau dipotong kecil)
Ikan mentah disarankan mulai usia 5 tahun
Frekuensi konsumsi: 1–2 kali per minggu
Porsi: sesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak




