Bisnis.com, KUNINGAN - Kabupaten Kuningan tercatat sebagai salah satu daerah potensi utama tujuan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Jawa Barat sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, jumlah perjalanan wisnus ke Kabupaten Kuningan selama 2025 mencapai 3,59 juta perjalanan, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 2,63 juta perjalanan.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan peningkatan tersebut menempatkan Kabupaten Kuningan dalam kelompok daerah dengan kinerja pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik yang kuat di Jawa Barat.
“Secara umum, terdapat 12 daerah potensi wisata di Jawa Barat yang menjadi tujuan utama perjalanan wisnus sepanjang 2025. Kabupaten Kuningan termasuk di dalamnya dengan pertumbuhan yang relatif tinggi,” ujar Margaretha dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS Jabar, Jumat (6/2/2026).
Secara tahunan, jumlah perjalanan wisnus ke Kabupaten Kuningan tumbuh sebesar 36,55%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah tujuan wisata lainnya di Jawa Barat, seperti Kabupaten Sumedang yang tumbuh 28,70% dan Kabupaten Pangandaran yang mencatat pertumbuhan 12,25%.
Margaretha menjelaskan, pertumbuhan perjalanan wisnus menjadi salah satu indikator penting dalam menilai daya tarik dan dinamika pariwisata daerah.
Baca Juga
- Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan: Capai 12,2 Juta Kunjungan
- Gandeng KAI Wisata, Bank Jatim Perkuat Layanan Prioritas
- Wisata di Taman Nasional Gunung Ciremai Tumbuh Cepat, Pemerintah Mulai Ketatkan Aturan
“Daerah dengan pertumbuhan tinggi menunjukkan adanya peningkatan minat wisatawan, baik karena daya tarik destinasi, aksesibilitas, maupun aktivitas promosi yang semakin intensif,” katanya.
Berdasarkan data BPS, secara kumulatif terdapat 122,33 juta perjalanan wisnus yang menjadikan 12 daerah potensi wisata sebagai tujuan utama di Jawa Barat sepanjang 2025. Jumlah tersebut setara dengan 57,77% dari total perjalanan wisnus di provinsi ini. Kabupaten Kuningan menyumbang sekitar 1,69% dari total perjalanan wisnus Jawa Barat selama periode tersebut.
Menurut Margaretha, karakteristik wisata alam menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kunjungan ke Kabupaten Kuningan. Kawasan pegunungan, ekowisata, serta destinasi berbasis konservasi dinilai semakin diminati wisatawan domestik.
“Tren wisata wisnus saat ini menunjukkan kecenderungan memilih destinasi alam dan pengalaman berbasis lingkungan. Kabupaten Kuningan memiliki potensi tersebut,” ujarnya.
Selain faktor daya tarik destinasi, perbaikan konektivitas antarwilayah dan meningkatnya mobilitas masyarakat turut memengaruhi kenaikan perjalanan wisnus. BPS mencatat sebagian besar perjalanan wisata di Jawa Barat masih didominasi oleh wisatawan domestik dengan tujuan jarak menengah dan pendek.
Margaretha menambahkan, capaian Kabupaten Kuningan mencerminkan peluang besar bagi daerah tersebut untuk memperkuat posisinya dalam peta pariwisata Jawa Barat.
“Dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, Kabupaten Kuningan berpeluang meningkatkan perannya sebagai destinasi utama, sepanjang pengelolaan pariwisata dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia.
BPS Jawa Barat menilai, ke depan tantangan utama daerah tujuan wisata adalah menjaga kualitas destinasi dan layanan, sekaligus memastikan pertumbuhan pariwisata tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
“Data statistik ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah,” ujar Margaretha.



