Hasil Penyelidikan KPK, Pegawai Bea Cukai Sewa Safe House Simpan Uang dan Emas

narasi.tv
10 jam lalu
Cover Berita

Dalam upaya memerangi tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengungkap penggunaan safe house oleh oknum pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Safe house tersebut disewa secara khusus dan digunakan untuk menyimpan uang serta logam mulia hasil kegiatan korupsi. Loft atau apartemen yang berfungsi sebagai safe house ini dilaporkan memiliki fitur keamanan yang cukup tinggi untuk menjaga barang-barang berharga yang disimpan di dalamnya.

Dari informasi yang diperoleh, barang-barang yang disimpan di safe house tidak hanya berupa uang tunai tetapi juga berupa emas dan dokumen penting yang diduga terkait dengan praktik korupsi. Meteran yang terpasang di lokasi menunjukkan adanya penggunaan yang terencana dan sistematis, menciptakan indikasi bahwa safe house tersebut dirancang untuk menyembunyikan hasil korupsi dari pengawasan hukum.

"Ya, ini memang diduga para oknum dari Dirjen Bea Cukai ini menyiapkan safe house ya untuk menyimpan barang-barang seperti uang, kemudian tadi logam mulia, jadi memang disiapkan secara khusus untuk tempat penyimpanan," ujar Budi Prasetyo Juru Bicara KPK saat ditemui awak media di konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Namun, ketika ditanya terkais siapa nama pegawai yang menyewa safe houset tersebut, Budi masih belum dapat memberikan informasi. Dia menjanjikan akan mengecek terlebih dahulu, tetapi dia membenarkan jika memang tempat tersebut disewa secara khusus

Tersangka Dalam Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Dalam kasus dugaan korupsi ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Setiap tersangka memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan skema korupsi yang melibatkan pengurusan barang impor.

Nama-nama tersangka termasuk Rizal, yang merupakan mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Lalu, turut terseret juga nama Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC), serta Orlando sebagai Kepala Seksi Intelijen Direktorat John Field.

Beberapa nama datang dari PT Blueray, yakni John Field pemilik PT Blueray. Ada juga Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR dan Dedi Kurniawan, Manajer Operasional PT BR Dedy Kuniawan.

Dalam kasus ini, Rizal berperan penting sebagai pemimpin dalam skema ini yang bertugas mengarahkan tindakan bawahannya yang juga terlibat dalam kegiatan ilegal. Sisprian Subiaksono dan Orlando, sebagai Kepala Subdirektorat dan Kepala Seksi Intelijen masing-masing, terlibat secara langsung dalam pengaturan suap.

Selain itu, John Field, sebagai pemilik PT Blueray, diduga menyediakan dana suap untuk kelancaran proses importasi barang tanpa melalui prosedur resmi. Kasus ini tidak terlepas dari praktek suap yang melibatkan sejumlah pihak terkait. PT Blueray, salah satu perusahaan yang terlibat, mengalirkan dana kepada oknum pegawai Bea Cukai untuk mempermudah proses izin importasi tanpa pemeriksaan yang diperlukan.

Baca Juga:KPK Amankan 17 Pejabat Bea Cukai Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Barang Bukti yang Diamankan

Dalam operasi tersebut, KPK berhasil mengamankan barang bukti dengan total nilai mencapai Rp 40,5 miliar. Jenis barang bukti yang ditemukan mencakup uang tunai dalam berbagai mata uang, termasuk rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura. Juga terdapat logam mulia seberat 5,3 kg yang diperkirakan bernilai besar.

Rincian uang dan logam mulia yang diamankan oleh KPK adalah sebagai berikut:

Barang bukti tersebut memberikan gambaran jelas tentang skala dan dampak dari praktik korupsi yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca Juga:Pejabat Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK, Menkeu Purbaya Beri Respon Tegas

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPBD Pastikan Gempa Berkekuatan 6,2 Magnitudo di Pacitan Tidak Berpotensi Tsunami
• 4 jam laludisway.id
thumb
Menko PMK: Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama Penanganan Bencana Tegal
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Wamenkes: 514 RS Disiapkan Tangani Kanker hingga Cuci Darah
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Sejumlah Rumah di Pacitan Rusak Parah Diterjang Gempa
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Beri Dukungan Penuh, Ayah Samuel Eko Optimistis Indonesia Menang di Final | SAPA MALAM
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.