Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan strategi pemerintah mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan juga BBM.
Terdapat empat strategi yang disiapkan. Misalnya untuk menekan impor LPG: Pertama, pemerintah menyiapkan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). "Ini akan menjadi substitusi atau pengganti untuk LPG di mana kita saat ini masih impor," terang Tri Winarno dalam Energy Outlook 2026, dikutip Jumat (6/2/2026).
Tri mencatat kebutuhan LPG di Indonesia mencapai 8 juta ton. Adapun sebanyak 6 jutaan ton LPG diperoleh melalui impor. "Dengan DME dapat mensubstitusi daripada LPG," tegas Tri.
Kedua, pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Diantaranya adalah jaringan pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) dan Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Ketiga, peningkatan produksi LPG dari lapangan gas nasional.
Keempat, berkaitan dengan pengurangan impor BBM, pemerintah menyiapkan strategi peningkatan kapasitas kilang minyak. Diantara yang sudah dilakukan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan produksi minyak mencapai 360 ribu barel.
"4 stargeti ini saling melengkapi dalam memperkuat kemandirian energi dan ketahanan nasional," tandas Tri
(pgr/pgr)



