TABLOIDBINTANG.COM - Keputusan besar diambil Karina Icha saat pandemi Covid-19 melanda. Perempuan kelahiran Makassar, 15 Mei 1994 ini memilih meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai pemerintahan demi mengejar hasratnya di dunia seni peran.
Karina mengisahkan, kejenuhan terhadap rutinitas kerja yang monoton menjadi titik balik hidupnya. Saat itu, pandemi membuatnya banyak merenung hingga muncul keinginan kuat untuk mencoba hal baru.
“Waktu zaman covid, aku ngerasa kok yang aku jalani gini gini aja, bosen, dan pengen coba hal baru. Aku tuh senang mencoba hal hal baru, nah di situ akhirnya tertarik dengan dunia akting dan memutuskan mau pindah haluan,” tutur Karina.
Keputusan tersebut tak dijalani secara instan. Karina mulai serius belajar akting dengan mencari pelatih profesional. Namun, keterikatannya sebagai pegawai membuatnya tak bisa langsung hijrah ke Jakarta. Ia pun mengambil jalan tak biasa: mendatangkan pelatih akting langsung ke Makassar selama sebulan penuh.
“Aku terbangin deh itu acting coach ke Makassar selama sebulan. Pulang kerja aku mampir ke hotel tempat coach nginap, setiap hari dan orang rumah pun tidak tahu kegiatan ku," tuturnya.
Kesempatan emas datang saat sang pelatih membuka jalan ke dunia perfilman. Karina mendapat informasi casting dari komunitas film yang berjejaring dengan sebuah rumah produksi di Jakarta. Ia pun nekat terbang ke ibu kota dengan izin cuti kerja untuk mengikuti audisi.
“Nah aku cari cari awalnya siapa tau ada yang buka casting untuk bintang iklan atau FTV atau film, nah kebetulan banget, coach aku itu ada Komunitas film gitu, ada PH yang lagi mau buat film dan open casting. Terbang deh itu ke Jakarta, izin kerja terus ikutan casting deh itu," tuturnya.
Keberuntungan berpihak padanya. Karina langsung lolos casting dan dipercaya memerankan tokoh utama di film "Lintrik". Bahkan, kontrak dan bayaran yang diterimanya terbilang besar untuk pendatang baru.
“Alhamdulillah sutradaranya suka dan dikasih naskah tebal tuh sama draft kontrak syuting, ternyata aku langsung dapat peran utama dan bayarannya lumayan besar, ya udah langsung deal tuh untuk syuting," ucapnya.
Keputusan paling berani pun diambil. Dua minggu sebelum syuting dimulai, Karina memilih pensiun dini dari pekerjaannya sebagai aparatur pemerintahan. Keputusan ini sempat mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarganya.
“Aku dikasih waktu dua minggu sebelum syuting, aku ke Makassar dan ketemu kepala dinas terus minta pensiun dini. Semuanya kaget tanya kenapa, aku bilang aja, ‘aku mau jadi artis ke Jakarta'. dan Rekan kerja semua support, soal mau jadi artis ini nih aku sempat didiamkan ibuku selama seminggu, tapi kalau Ayah support total, karena Ayah tahu bahwa aku orangnya komit," ungkapnya.
Kini, Karina Icha terus melangkah mantap di industri film. Ia bersiap menjalani syuting film ketiganya di Kendari dengan genre horor, setelah sebelumnya memerankan karakter menantang di film pertamanya dan menyelesaikan film kedua yang tinggal menunggu jadwal tayang.
“Iya Alhamdulillah Sabtu ini berangkat syuting ke Kendari. Ini film ketiga aku, yang pertama jadi peran seorang pelacur dan jadi peran utama, film kedua ada sudah beres syuting tapi tinggal tunggu tayang, nah kalau yang ketiga ini genre horor," jelasnya.
Tak ingin terjebak dalam satu tipe peran, Karina mengaku terbuka untuk berbagai genre. Baginya, komitmen dan rasa syukur menjadi kunci utama dalam perjalanan kariernya sebagai aktris.
“Alhmdulillah harus komit mau peran dan genre apapun harus kita terima, kalau aku memang tertarik sekali main di genre action, sepertinya menantang, tapi peran apapun semua disyukuri," pungkasnya.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)



