JAKARTA – Ledakan di tambang batu bara ilegal di Negara Bagian Meghalaya, India timur laut, menewaskan setidaknya 18 penambang dan menyebabkan satu orang luka parah. Operasi penyelamatan sedang berlangsung untuk mengevakuasi beberapa orang yang dikhawatirkan masih terjebak.
Menurut keterangan polisi, ledakan terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di East Jaintia Hills, Meghalaya. Polisi menduga ledakan disebabkan oleh dinamit yang digunakan untuk kegiatan penambangan.
Superintendent Polisi Negara Bagian, Vikash Kumar, mengatakan kepada wartawan bahwa kecelakaan itu terjadi karena penambangan lubang tikus – metode berbahaya yang melibatkan penggunaan dinamit untuk membuka terowongan sempit tempat para pekerja merangkak guna mengekstrak batu bara.
Penambangan lubang tikus terus berlanjut di negara bagian tersebut meskipun ada larangan menyeluruh, kata para aktivis.


