JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025.
Dampak program tersebut mulai terlihat, terutama lewat peningkatan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat.
Namun, ia menegaskan penguatan ekonomi bukan hanya berasal dari satu program, melainkan kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.
“Kelihatannya ada (kontribusi MBG). Tapi yang jelas, di triwulan IV kita berhasil membalikkan arah ekonomi lewat kebijakan yang cukup drastis, terutama belanja. Hasilnya terlihat, pertumbuhan naik dari sekitar 5 ke 5,4 persen, tertinggi sejak pandemi,” kata Purbaya kepada wartawan di Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 23,36 Juta Orang, Terbanyak Ada di Pulau Jawa
“Mudah-mudahan momentum ini berlanjut. Bukan hanya MBG, tapi kombinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil,” ujarnya dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Mengutip keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen (year-on-year), sementara sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV, didorong daya beli yang terjaga, bantuan sosial, serta berbagai stimulus pemerintah.
Belanja negara juga berperan sebagai shock absorber dengan realisasi ratusan triliun rupiah untuk program prioritas dan perlindungan masyarakat.
Baca Juga: BPS Catat Ada 7,35 Juta Pengangguran di Indonesia per November 2025
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- makan bergizi gratis
- mbg
- menteri keuangan purbaya
- purbaya yudhi sadewa
- pertumbuhan ekonomi
- pertumbuhan sektor pangan

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5367870/original/073341300_1759318082-20251001-Asep_Guntur_Rahayu-HEL_1.jpg)



