FAJAR, SURABAYA — Bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026 menghadirkan ironi menarik. Dua nama yang sama-sama terdepak dari klubnya justru kini menjadi simbol harapan baru di tempat berbeda.
Pedro Matos dan Diego Mauricio seolah “bertukar posisi”—yang satu dibuang Semen Padang lalu dipercaya Persebaya Surabaya, yang lain dilepas Persebaya namun kini jadi tumpuan baru Kabau Sirah.
Dalam dua musim terakhir, Persebaya memang tak sepenuhnya berjodoh dengan sejumlah pemain asingnya. Dejan Tumbas dan Diego Mauricio menjadi contoh nyata. Harapan tinggi di awal kedatangan, berujung kontrak diputus lebih cepat dari rencana.
Diego Mauricio: Datang sebagai Top Skor, Pergi Tanpa Gol
Diego Mauricio direkrut pada awal musim dengan label mentereng: top skor Liga Super India. Ekspektasi Bonek membumbung tinggi. Namun kenyataan di lapangan tak seindah reputasi.
Cedera berulang menghambat adaptasi. Kesempatan tampil pun terbatas. Dalam tujuh pertandingan Super League 2025/2026, Diego gagal mencetak satu pun gol. Catatan itu membuat manajemen Green Force mengambil keputusan tegas di paruh musim.
Menariknya, Diego tak lama menganggur. Semen Padang bergerak cepat mengamankan jasanya.
“Semen Padang FC resmi rekrut striker asing dari Persebaya, Diego Mauricio Machado de Brito,” tulis Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, melalui akun Instagram pribadinya.
Di Ranah Minang, Diego kini diharapkan menjadi solusi tumpulnya lini depan Kabau Sirah dalam upaya menjauh dari zona merah.
Pedro Matos: Dibuang Semen Padang, Dipercaya Tavares
Di sisi lain, Pedro Matos mengalami kisah sebaliknya. Gelandang asal Portugal itu sebelumnya terdepak dari Semen Padang sebelum akhirnya direkrut Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya.
Kini, justru ia mendapat panggung penting di Surabaya.
Jelang laga krusial melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026), Pedro diproyeksikan tampil sejak menit awal menggantikan Milos Raickovic yang absen akibat akumulasi kartu.
Kepercayaan tersebut menjadi sinyal jelas bahwa tim pelatih melihat sesuatu dalam diri Pedro—mentalitas dan karakter.
Padahal, namanya sempat jadi sasaran kritik usai laga kontra Dewa United. Dalam pertandingan itu, gol Mihailo Perovic dianulir akibat pelanggaran yang dilakukan Pedro Matos. Kekecewaan pun mengalir dari tribun.
“Pedro, Pedro. Iki ta pemain seng jarene incaran lama,” tulis seorang Bonek, menggambarkan ekspektasi tinggi yang belum sepenuhnya terjawab.
Namun Pedro memilih merespons dengan sikap dewasa.
“Dukungan luar biasa di kandang, terutama di pertandingan pertama saya di stadion kami,” tulisnya melalui media sosial.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkembang.
“Saya akan terus belajar dan bekerja setiap hari, dan sebagai tim kami akan berjuang lebih keras lagi di pertandingan berikutnya. Terima kasih telah bersama kami,” lanjutnya.
Tukar Takdir di Putaran Kedua
Fenomena ini memperlihatkan dinamika unik bursa transfer: pemain yang gagal di satu klub belum tentu habis di tempat lain.
Diego Mauricio datang ke Semen Padang sebagai harapan baru lini serang. Pedro Matos justru menjadi opsi penting Persebaya di tengah tekanan publik.
Sementara itu, Dejan Tumbas yang juga dilepas Persebaya kini berlabuh ke Persis Solo.
Statistik Singkat:
Dejan Tumbas
Super League 2025/2026: 14 pertandingan
Total Liga 1 2024/2025 & Super League 2025/2026: 30 pertandingan (2 assist)
Diego Mauricio
Super League 2025/2026: 7 pertandingan
Kini, publik menanti:
Apakah Diego mampu bangkit dan membungkam kritik di Semen Padang?
Ataukah Pedro Matos membayar lunas kepercayaan Bernardo Tavares bersama Persebaya?
Super League tak hanya soal taktik dan skor. Kadang, ia tentang momentum kedua—tentang pemain yang diberi kesempatan untuk menulis ulang takdirnya.



