Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu pilihan investasi yang bisa dijadikan rujukan pada masa modern ini yakni emas digital.
Emas digital disebut sebagai instrumen investasi menarik di masa depan yang tidak rumit bagi masyarakat untuk disimpan.
Salah satu kekurangan emas digital sebagai investasi yakni tidak ada wujud fisik. Sehingga masyarakat harus aktif melihat pergerakan harga secara online.
Namun karena dijadikan investasi jangka panjang, menyimpan emas digital bisa jadi pilihan alternatif yang lebih aman dari pencurian.
Pakar investasi Dinda NM mengatakan bahwa emas digital bisa jadi pilihan mudah bagi kaum muda yang baru mulai belajar investasi.
Emas digital bisa jadi investasi perdana yang cocok dipilih karena nilai cicilan lebih murah. Alasan lainnya karena emas digital cocok untuk investasi jangka pendek.
Baca Juga
- Pilih Emas atau Bitcoin? Ini Investasi Terbaik Saat Ekonomi Tak Pasti
- Full Senyum Pembeli Emas Antam Lebaran 10 Tahun Awal Februari 2026
- KPK: Pegawai Bea Cukai Siapkan "Safe House" untuk Simpan Uang-Emas
“Jadi kalau memang durasinya 0-5 tahun itu emas digital cukup signifikan. Tapi untuk jangka panjang biasanya menurutku ya. Mungkin kalau mau di emas digital bisa direview atau dievaluasi terus nih. Terkait dengan apakah perusahaan masih aman, apakah perusahaan masih untung. Tapi kalau emas fisik kan lebih gampang ya,” paparnya, dikutip dari kanal perbincangan Broadcast Youtube Bisniscom, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, emas digital sangat mudah untuk dijual dibandingkan emas fisik di mana investor harus melakukan survei perbandingan harga emas dari suatu pedagang ke pedagang yang lain.
Risiko Memilih Emas DigitalMeski memiliki kemudahan, emas digital juga mengundang sejumlah risiko bagi para pemainnya. Salah satunya adalah kinerja perusahaan penjual emas.
Dinda mengatakan, tantangan emas digital bergantung pada kinerja perusahaan yang menyediakan platform tersebut. Misalnya, sebuah perusahaan emas digital gagal bayar sehingga merugikan konsumen.
“Jadi memang harus dipastikan lagi ketika memilih emas digital itu harus perusahaannya yang memang terdaftar dalam otoritas pengawasan berjangka. Apakah perusahaannya kuat dan sebagainya. Karena ketika memang untuk jangka panjang takutnya perusahaannya bangkrut, kolaps, dan sebagainya,” terangnya.
Terlebih bila ingin melakukan investasi emas digital dalam jangka waktu yang panjang, sekitar lebih dari 5 tahun.
“Jadi kalau memang durasinya 0-5 tahun itu emas digital cukup signifikan. Tapi untuk jangka panjang biasanya menurutku ya, mungkin kalau mau di emas digital bisa direview atau dievaluasi terus nih. Terkait dengan apakah perusahaan masih aman, apakah perusahaan masih untung. Tapi kalau emas fisik kan lebih gampang ya,” paparnya.
Adapun mengutip dari situs resmi Pegadaian, memilih emas digital juga harus didasarkan pada perusahaan penyedia layanan investasi.
Masyarakat harus melakukan pengecekan perusahaan atau platform yang telah terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) atau OJK.
Kemudian memastikan penyedia layanan menggunakan aplikasi dengan sistem keamanan berlapis, seperti verifikasi OTP, enkripsi, dan lain sebagainya.
Terakhir, hindari berinvestasi di platform yang tidak transparan mengenai biaya dan harga.
Risiko lain yang bisa timbul saat melakukan investasi emas digital yakni rentan terhadap volatilitas harga. Pasalnya, harga emas digital dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kondisi politik global, fluktuasi pasar, hingga perubahan kebijakan ekonomi.


